BMKG Sarankan Petani Tunda Tanam Holtikultura & Palawija

Patricia Vicka    •    Sabtu, 26 Nov 2016 16:16 WIB
cuaca buruk
BMKG Sarankan Petani Tunda Tanam Holtikultura & Palawija
Area pertanian di Kecamatan Temon, Kulon Progo yang tergenang air. Foto-foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Musim hujan tahun ini diprediksi lebih panjang dibandingkan tahun lalu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan berlangsung selama tujuh bulan atau lebih panjang satu bulan dibanding tahun lalu. 

Awal musim hujan maju satu bulan, yakni pada akhir September 2016 dan diramalkan selesai awal April 2017. Awal musim kemarau diprediksi terjadi April minggu kedua hingga awal Mei 2017. 

"Curah hujan Oktober- Desember 2016 diprediksi lebat," ujar Kepala Stasiun Klimatologi dan Cuaca BMKG DIY, Joko Budiono, di DPRD DIY, Sabtu (26/11/2016).

Lamanya musim hujan tahun ini disebabkan munculnya El Nina di laut pasifik di timur pulau Papua. El Nina membuat laut pasifik dingin. Namun, suhu permukaan laut di perairan selatan Jawa memanas sebesar 1,5-2 derajat celsius dari kondisi normal. Sehingga, kandungan uap air di atas wilayah DIY relatif lembab dengan RH 70-90 persen dan menimbulkan awan yang mengandung hujan. 

Joko mengimbau petani menanam tanaman yang cocok tumbuh di musim hujan seperti padi yang membutuhkan banyak air untuk bisa berkembang. Sementara tanaman palawija, holtikultura, tembakau, kopi, dan buah-buahan disarankan ditanam di awal musim kemarau, yakni sekitar April 2017.


(UWA)