ASN Guru di Tegal Cabuli Muridnya

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 02 Nov 2016 18:05 WIB
pencabulan
ASN Guru di Tegal Cabuli Muridnya
Seorang pengendara melintas di depan gedung SMAN 1 Pangkah, Tegal, Jawa Tengah. (Foto-foto: Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Tegal: Dunia pendidikan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, tercoreng atas dugaan pencabulan yang dilakukan guru SMA Negeri 1 Pangkah.

Awalnya korban, WL, 16, dipanggil guru kesenian berinisial MA ke ruang bengkel seni. Pelaku kemudian menunjukkan tugas ketrampilannya. Tiba-tiba, ia memeluk WL dari belakang dan mencabulinya.

"Hampir saja terjadi perkosaan kalau tidak ada murid lain yang datang. Temanku trauma atas pengalaman buruk itu, dan selalu nangis kalau ingat," tulis WL dalam sebuah surat pengakuan pada sebuah media dengan pengirim atas nama Putik Bunga.

Melihat itu, teman-temannya tidak tinggal diam. Mereka kemudian mengantarkan WL untuk menemui guru Bimbingan dan Konseling (BK). Bukannya mendapat solusi, tapi justru disuruh diam dan merahasiakan peristiwa tersebut.

"Tolonglah kami siswi-siswi Smapang (SMA N Pangkah). Selamatkan kami dari pelecehan pak guru cabul yang entah sudah berapa murid yang menerima perlakuan seperti itu tapi dirahasiakan. Dan kami tidak bisa berbuat apa-apa," pungkasnya dalam surat itu.

Sekolah sanksi guru

Wakil Kepala Humas SMAN 1 Pangkah, Ani Murniati, membenarkan peristiwa tersebut. Hanya saja, MA tidak melakukan apa yang sudah dituduhkan melalui surat kaleng itu.

"Pelaku (MA) hanya memeluk dari belakang, kemudian siswi (korban) meronta. Sehingga temannya yang berada di luar ruang seni langsung masuk dan menolong korban," tutur Ani di ruang kerjanya, Rabu (2/11/2016).


Waka Humas SMAN 1 Pangkah Ani Murniati, memberikan keterangan ihwal dugaan percobaan pemerkosaan yang dilakukan MA terhadap siswinya.

Menurut Ani, laporan yang diperolehnya dari BK, awalnya WL dipanggil oleh MA ke ruang bengkel seni. Saat dipanggil, dia tidak sendiri. Tapi berdua dengan teman satu kelasnya.

Sampainya di lokasi, WL diminta masuk ke ruangan. Sedangkan temannya menunggu di luar. "MA tidak melakukan pemerkosaan. Itu mungkin karena menggoda saja," ujarnya.

Meski begitu, lanjut Ani, pihak sekolah sudah memberikan sanksi terhadap MA yang kini sudah berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Saksinya adalah, MA dilarang masuk ke semua kelas di jurusan IPA karena korban merupakan siswi kelas 12 IPA.

Selain itu, tugasnya sebagai wali kelas juga sudah dicopot dan diberi Surat Peringatan (SP) 1. "Peristiwa ini sudah kami laporkan ke dinas. Sedangkan orangtua WL belum datang ke sekolah. Tapi pihak sekolah sudah datang ke rumahnya," ungkapnya.

Belum lapor polisi

Kapolsek Tarub, AKP Sehroni, juga mengaku belum mendapatkan laporan ihwal dugaan percobaan pemerkosaan tersebut. Namun, pihaknya sudah mendapat klarifikasi kebenaran peristiwa itu dari kepala sekolah.

Terpisah, orangtua korban, US, 47, warga Kecamatan Pangkah, mengaku geram. Dia mendapat kabar itu seminggu yang lalu.

"Secara mental, anak saya mengalami trauma," kata US, saat ditemui di rumahnya.

US berencana mendatangi sekolah pada Jumat mendatang. Sejauh ini, dia belum melaporkan kasus itu ke Polsek setempat. 

"Anak saya memang belum diapa-apakan, tapi itu sudah termasuk pelecehan," kata bapak dari dua anak ini.


(SAN)