Jutaan Tablet dan Bahan Baku PCC di Solo Dimusnahkan

Pythag Kurniati    •    Minggu, 31 Dec 2017 11:33 WIB
obat berbahayapil maut pcc
Jutaan Tablet dan Bahan Baku PCC di Solo Dimusnahkan
Pemusnahan barang bukti ribuan tablet PCC dan bahan baku PCC di Kota Solo, Jateng, Minggu, 31 Desember 2017. Foto: Medcom.id/Pythag Kurniati

Solo: Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polda Jateng memusnahkan barang bukti berupa jutaan pil dan bahan baku PCC (Paracetamol, Caffeine dan Carisoprodol). Pemusnahan dilakukan di halaman Stadion Manahan Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu, 31 Desember 2017.

Ribuan tablet dan bahan baku PCC tersebut merupakan hasil pengungkapan BNN dan Bareskrim Mabes Polri mengenai keberadaan pabrik pil PCC di Semarang dan Kota Solo pada awal Desember 2017 lalu.

"Total produk jadi (PCC) yang dimusnahkan hari ini sebanyak 3,5 juta tablet," ujar Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono yang secara simbolis ikut memusnahkan ribuan tablet PCC, Minggu, 31 Desember 2017.

(Baca: BNN Gerebek Pabrik PCC di Semarang, Solo, dan Tasikmalaya)

Adapun bahan baku yang dimusnahkan antara lain meliputi 70 karung Corisoprodol, empat karung berisi magnesium sitrat masing-masing 15 kilogram, 7 drum berisi caffeine, karung berisi maizena, ratusan roll aluminium foil dan lain sebagainya.

Pantauan Medcom.id di lapangan, bahan baku dan tablet jadi dimasukkan ke dalam drum-drum. Selanjutnya barang-barang tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar.

Seperti diketahui, BNN dan kepolisian menggerebek dua pabrik pembuatan PCC di wilayah Jawa Tengah pada awal Desember 2017. Tepatnya di Kota Semarang dan Solo.

Pabrik-pabrik tersebut diketahui beroperasi sejak Juni 2017. Di Semarang, total produksi sejak Juni 2017 sebanyak 1 juta tablet. Sedangkan pabrik di Kota Solo telah memproduksi 6 juta tablet PCC sejak awal operasi.

Kapolda Jateng mengemukakan, bahan baku pembuatan pil PCC tidak didapat di dalam negeri. "Namun berasal dari luar, seperti India, China," tuturnya. Terkait masuknya bahan baku ke Indonesia, polisi akan menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak-pihak tertentu.

(Baca: Pabrik PCC di Solo Gunakan Teknologi Luar Negeri)

Produk jadi PCC dari pabrik-pabrik tersebut diedarkan di beberapa kawasan seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Kalimantan. Sasaran peredaran adalah anak-anak usia sekolah.

Penegakan hukum terkait peredaran PCC ini, lanjut Kapolda Jateng, tidak semata-mata dilihat dari pelanggaran obat-obatan. Namun polisi akan mengembangkan hingga ke ranah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kapolda Jateng mengatakan, jajarannya juga akan mengusut hingga ke tingkat agen dan distributor-distributor. "Agar mereka tahu, tidak boleh menjual obat yang sudah dilarang," beber dia.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengemukakan, temuan PCC di Kota Solo dan Semarang merupakan ungkap kasus dengan barang bukti PCC terbanyak di tahun 2017.

"Penyidikannya masih berjalan, ditangani oleh Polda Jawa Tengah dan BNNP," katanya.
 


(SUR)