Setya Novanto Diminta Menunjukkan Sikap Negarawan

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 17 Nov 2017 10:44 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Setya Novanto Diminta Menunjukkan Sikap Negarawan
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir -- MTVN/Ahmad Mustaqim

Yogyakarta: Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meminta Ketua DPR Setya Novanto menunjukkan sikap seorang negawan dalam kasus dugaan korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el). Sebagai wakil rakyat, Novanto semestinya berani menghadapi proses hukum.

"Semua akan diuji di pengadilan, mana yang salah dan mana yang benar," kata Haedar di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro Yogyakarta pada Kamis, 16 November 2017.

Menurut Haedar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjalankan tugasnya berdasarkan prinsip hukum. "Hukum jangan dicampur adukkan dengan urusan politik. Siapa pun yang jadi tersangka, dia semestinya diletakkan sebagai warga negara yang harus taat hukum. Tidak peduli dia pejabat publik, ketua partai, ormas (organisasi kemasyarakatan), atau paguyuban. Itu hanya posisinya saja ," tuturnya.

(Baca: Novanto Disebut Gunakan Segala Cara Berkelit dari Hukum)

Haedar menegaskan, proses hukum dugaan korupsi proyek KTP-el harus tetap berjalan. Semua pihak yang diduga terlibat, harus taat dan mengikuti proses hukum.

"Saya percaya, KPK memiliki mekanisme hukum untuk menuntaskan kasus KTP-el tanpa terjebak kontroversi saat ini. Ormas ataupun partai tak boleh menghalangi. Silakan bertanding di pengadilan bagi yang setuju maupun tak setuju. Harapannya, pengadilan makin adil dan obyektif," jelasnya.

Sebagai informasi, KPK bermaksud menjemput paksa Novanto di kediamannya pada Rabu malam, 15 November 2017. Namun, langkah itu tak berhasil karena Ketua DPR tersebut sudah tak berada di rumah.

Tidak berselang lama, Novanto ditetapkan menjadi buron penyidik KPK. Bahkan, KPK menetapkan Novanto masuk daftar pencarian orang (DPO).

(Baca: Penyidik KPK Sudah Berkoordinasi dengan Dokter Novanto)

Hampir sehari menghilang, mobil Toyota Fortuner dengan nomor polisi B 1732 ZLO yang ditumpangi Novanto mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Jakarta Barat pada Kamis malam, 16 November 2017. Novanto pun dibawa ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau untuk mendapat perawatan.


 


(NIN)