Cara DIY Nihil Kasus Difteri

Patricia Vicka    •    Selasa, 05 Dec 2017 18:01 WIB
klb difteri
Cara DIY Nihil Kasus Difteri
Seorang tenaga medis memberikan imunisasi Difteri Tetanus. Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto

Yogyakarta: DI Yogyakarta bebas penyakit difteri pada 2017. Bahkan Dinas Kesehatan DIY mengklaim telah terbebas dari penyakit ini sejak beberapa tahun belakangan.

"DIY belum pernah dilaporkan ada Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri beberapa tahun terakhir," ujar Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan (PPMK) Dinas Kesehatan DIY Akhmad Akhadi melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Selasa, 5 Desember 2017.

Sempat ada laporan pasien gejala difteri, namun negatif ketika diperiksa. Tingginya cakupan vaksinasi menjadi faktor utama nihilnya penyakit difteri.

Akhmad menjelaskan sejak tahun 2007 imunisasi anak di DIY mencapai di atas 90 persen. "Kami sudah pastikan juga ada immunisasi DPT lima kali. Kalau sudah diimunisasi lima kali, Insyaallah si anak kuat," terang Akhmad.

Walau nihil difteri, Pemda kini melakukan sejumlah antisipasi untuk mencegah Difteri masuk ke DIY. Di antaranya dengan memperkuat sistem pengawasan melalui diagnosis dini dengan melibatkan petugas medis di puskesmas dan tingkat pelayanan pertama.

"Jadi kalau ada pasien yang sakit ciri-cirinya seperti panas tinggi, batuk sampai kehilangan suara, dan ada bercak putih di tenggorokan segera diperiksa lebih dalam. Lalu segera diberi antidifteri serum," tuturnya.

Ia menjelaskan, penyakit difteri disebabkan bakteri Corynebacterium diphteriae. Penyakit ini dan ditularkan jika ada kontak langsung dengan penderita dan bisa disebarkan melalui udara. Kuman difteri keluar bersama air ludah atau ingus penderita.

(Baca: Waspada Difteri di Masa Peralihan Musim)

Bayi berusia tiga tahun ke bawah paling rentan terkena Difteri. Mereka lemah karena sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk dengan baik.

Sementara itu Kepala Bagian Humas dan Hukum RSUP Sardjito Trisno Heru Nugroho mengatakan selama tahun 2017, RS Sardjito belum pernah merawat pasien Difteri. "Dari tahun-tahun sebelumnya juga belum pernah ada. Suspect juga nihil," katanya.

Agar tidak tertular, Pria yang juga berprofesi sebagai dokter ini mengimbau masyarakat untuk rajin menggunakan masker mulut, rajin berolahraga, menjaga pola hidup sehat dan rajin mengkonsumsi vitamin.

 


(SUR)