Ratusan Rumah di Pekalongan Kembali Diserbu Banjir

Antara    •    Minggu, 03 Dec 2017 17:44 WIB
banjirbencana banjir
Ratusan Rumah di Pekalongan Kembali Diserbu Banjir
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Pekalongan: Ratusan rumah warga di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, kembali diserbu banjir pada Minggu, 3 Desember 2017. Banjir rob menyerang karena tanggul penahan gelombang pantai jebol.

Ketinggian air yang merendam rumah penduduk mencapai 50 sentimeter. Aktivitas warga jadi terganggu.

Beberapa wilayah yang terendam banjir rob tersebut antara lain Kelurahan Kandang Panjang, Panjang wetan, Bandengan, Krapyak, Panjang Baru, Dukuh, Degayu, Pasir Kramat, dan Pedukuhan Kraton.

Kendati permukiman terendam banjir, para penduduk masih tetap bertahan di rumah masing-masing karena alasan untuk menjaga harta bendanya.

Hingga Minggu sore, kondisi permukiman penduduk di dua wilayah Kecamatan Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat masih tergenang air rob. Warga bernama Slamet Riyadi mengatakan banjir dua kali melanda. Banjir pertama terjadi pada Jumat, 1 Desember 2017, banjir kedua terjadi hari ini.

"Banjir yang terjadi pada Jumat belum surut sepenuhnya menggenangi permukiman warga. Banjir makin bertambah setelah rob menggenangi ruma penduduk," katanya.

Hingga kini warga belum mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Pekalongan. Warga di wilayah rawan banjir secara swadaya meninggikan tanah jalan agar rob tidak masuk ke permukiman penduduk.

"Kami berharap pemkot memberikan bantuan pada korban banjir karena saat ini aktivitas warga terganggu," katanya.

Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih mengatakan bahwa saat ini pemkot telah membangun posko dapur umum di sejumlah titik untuk membantu warga yang dilanda banjir.

"Sejumlah titik posko dapur umum itu, kami tempatkan antara lain di depan halaman GOR Jetayu, kantor PMI, Pasirsari, Kramatsari, Krapyak, dan posko kesehatan kantor Kecamatan Pekalongan Utara," katanya.

Menurut dia, pada penetapan status darurat bencana itu, pemkot mengalokasikan dana bencana Rp1,5 miliar.

"Dengan menetapkan sebagai kejadian darurat bencana, maka kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasinya. Adapun, langkah sementara ini, kami membantu dengan memberikan nasi bungkus, selimut, air mineral, dan mi instan pada korban banjir," katanya.


(SUR)