Korban Banjir Bantul Butuh Bantuan Air Bersih

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 05 Dec 2017 14:05 WIB
cuaca ekstremsiklon tropis cempaka
Korban Banjir Bantul Butuh Bantuan Air Bersih
Sebuah bak tampungan air bantuan dari PMI untuk warga terdampak banjir di Bantul. (Medcom.id-Ahmad Mustaqim)

Bantul: Air bersih masih menjadi barang mahal bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Warga terdampak masih mengandalkan bantuan air bersih. 

Purwaningsih, warga Dusun Dogongan, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, mengatakan sumur warga masih tercemar akibat banjir setinggi dada orang dewasa pada 28 November 2017. Kesulitan air bersih itu dirasakan semua warga Dusun Dogong yang terdiri dari tiga RT, yakni RT 1, RT 2, dan RT 3. 

"Warga di sini airnya pakai sumur, hampir semua. Jadi sekarang air bersih masih kesulitan warga di sini," ujarnya kepada Medcom.id ditemui di Dusun Dogongan pada Selasa, 5 Desember 2017. 

Tak hanya tercemar, mesin pompa air di sumur-sumur warga yang rusak akibat terendam air. Jika tak rusak, pompa air hilang terbawa arus deras air Sungai Oya saat kondisi banjir. 

"Sumurnya masih, tapi tercemar dan warga masih sulit air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga masih mengandalkan bantuan-bantuan air," katanya. 

Kepala Dukuh Dogongan, Jayadi berujar, mengatakan 80 persen warganya menggunakan pompa air untuk menaikkan air dari sumur. Menurutnya, banyak mesim pompa air yang raib. 

Selama ini, warga masih mengandalkan air dari bantuan. Salah satu bantuan air yakni dari PMI Bantul. 

Ia berharap pemerintah setempat segera mengambil peran dalam kondisi tersebut. "Harapannya ada bantuan pompa air dan membersihkan sumur," ungkapnya.


(ALB)