Indonesia Raya Tiga Stanza Diluncurkan Pada Hari Sumpah Pemuda

Pythag Kurniati    •    Kamis, 12 Oct 2017 14:19 WIB
lagu nasional
Indonesia Raya Tiga Stanza Diluncurkan Pada Hari Sumpah Pemuda
Pengunjung pameran menikmati piringan hitam dan membaca informasi sejarah Indonesia Raya, Kamis, 12 Oktober 2017. MTVN/Pythag

Metrotvnews.com, Solo: Lagu Indonesia Raya tiga stanza yang direkam ulang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Lokananta Surakarta, Jawa Tengah, akan diluncurkan pada hari sumpah pemuda, 28 Oktober 2017.

"Peluncurannya oleh Kemendikbud di Jakarta," kata Kepala Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Cabang Lokananta, Miftah Zubir disela-sela pameran Arsip Indonesia Raya, di Lokananta, Kamis 12 Oktober 2017.

Miftah berharap digelarnya pameran arsip Indonesia Raya mampu menguatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan. Masyarakat pun dapat kembali memahami sejarah dan kedudukan Indonesia Raya.

Sebab sambung Miftah, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui sejarah Indonesia Raya. Hal tersebut yang mendasari digelarnya pameran arsip sebagai bagian dari rangkaian sosialisasi tutorial Indonesia Raya. 

"Kami merasa perlu memberikan edukasi ini pada masyarakat. Siapa orang-orang dibaliknya, bagaimana perjalanan sejarahnya," ujar Miftah.

Pameran arsip Indonesia Raya dibuka setiap hari hingga tanggal 19 Oktober 2017 di Lokananta. Masyarakat bisa mengingat kembali sejarah kolektif bangsa, terutama mengenai Indonesia Raya mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Perusahaan rekaman tertua di Indonesia yang berdiri sejak 1956 itu memamerkan informasi dan sejarah perjalanan lagu Indonesia Raya.

Tak ketinggalan, piringan hitam lagu Indonesia Raya saat direkam pertama kali tahun 1951. Ketika itu, Indonesia Raya yang diaransemen musikus asal Belanda Josef Cleber direkam di RRI Jakarta dan digandakan oleh Lokananta.

Pada bagian lain, termuat perjalanan Indonesia Raya setelah direkam kali pertama. Tahun 1997, Indonesia Raya direkam ulang di Australia oleh Victorian Philharmonic Orchestra pimpinan Addie MS.

Kemudian pada bulan Mei 2017, Lagu Indonesia Raya tiga stanza kembali direkam oleh Orkestra Gita Bahana Nusantara di Lokananta. Indonesia Raya tiga stanza saat itu direkam kembali dalam lima versi, simfoni, harmoni, fanfare, unisono dan iringan piano.

Berikut ini lagu Indonesia Raya dengan tiga stanza:

Bait/Stanza  I

Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Di sanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku.

Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu.

Hiduplah tanahku,
Hiduplah neg'riku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.


Bait/Stanza II

Indonesia, tanah yang mulia,
Tanah kita yang kaya,
Di sanalah aku berdiri,
Untuk s’lama-lamanya.

Indonesia, tanah pusaka,
P’saka kita semuanya,
Marilah kita mendoa,
Indonesia bahagia.

Suburlah tanahnya,
Suburlah jiwanya,
Bangsanya, rakyatnya, semuanya,
Sadarlah hatinya,
Sadarlah budinya,
Untuk Indonesia Raya.


Bait/Stanza III

Indonesia, tanah yang suci,
Tanah kita yang sakti,
Di sanalah aku berdiri
N’jaga ibu sejati.

Indonesia, tanah berseri,
Tanah yang aku sayangi,
Marilah kita berjanji,
Indonesia abadi.

S’lamatlah rakyatnya,
S’lamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya,
Majulah Neg’rinya.
Majulah pandunya,
Untuk Indonesia Raya.


Refrein;

Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Tanahku, neg'riku yang kucinta!
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.




(ALB)