Polisi Buru Dalang Perusakan Pengadilan Negeri Bantul

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 29 Jun 2018 16:24 WIB
perusakan
Polisi Buru Dalang Perusakan Pengadilan Negeri Bantul
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar Hadi Utomo (kiri). Medcom.id-Ahmad Mustaqim

Yogyakarta: Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah memburu dalang perusakan fasilitas Pengadilan Negeri Bantul. Peristiwa perusakan itu diyakini ada pihak yang mengajak. 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar Hadi Utomo mengatakan, pihaknya akan mengembangkan dari tiga tersangka yang sudah ditangkap. Termasuk pihak yang menyuruh melakukan perusakan. 

"Pasti ada yang menyuruh. Kami masih melakukan penyelidikan dengan menyidik tersangka," kata Hadi di Polda DIY, Jumat, 29 Juni 2018. 

Sebanyak tiga tersangka telah ditangkap aparat kepolisian. Tiga tersangka itu yakni Novi Kurniawan, 22; Samsudin, 32; dan Alfathan Saddam Hussein Asyroq, 18. Ketiganya merupakan warga Kabupaten Bantul dan ditahan di Polres Bantul. Mereka dijerat dengan Pasal 170 KUHP, tentang melakukan tindak pidana bersama-sama terhadap orang atau barang, dengan ancaman pidana lima tahun tiga bulan.

Baca: Tiga Perusak Pengadilan Negeri Bantul Jadi Tersangka

Selain itu, polisi juga telah menangkap seorang pelaku tambahan yang potensial menjadi tersangka. Namun, saat ini pelaku masih diperiksa. Ia menyebutkan, jumlah tersangka dalam kasus tersebut bisa bertambah. 

"Penambahan tersangka berdasarkan alat bukti," katanya.

Ormas Pemuda Pancasila sebelumnya merusak berbagai fasilitas di Pengadilan Negeri Bantul, Kamis, 29 Juni 2018. Mereka tak puas atas putusan sidang yang dijalani Ketua Pemuda Pancasila Bantul, Doni Bimo Saptoto dalam kasus pembubaran pameran seni bertema Wiji Thukul di Kantor Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Universitas Islam Indonesia pada Mei 2017. Sejumlah fasilitas yang rusak mulai dari kursi pengunjung sidang, meja piket satpam, pot tanaman, hingga kaca gedung. 


(ALB)