Terdampak Gempa, SMPN 2 Kalibening Tetap Gelar UN

Antara    •    Kamis, 19 Apr 2018 13:44 WIB
gempagempa bumi
Terdampak Gempa, SMPN 2 Kalibening Tetap Gelar UN
Warga melihat kondisi rumah yang ambruk akibat gempa tektonik dangkal dengan skala 4,4 SR pada kedalaman 4 Kilometer, Di Desa Kertosari, Kalibening, Banjarnegara, Jateng, Kamis (19/4). ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

Banjarnegara: Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, akan tetap menggelar Ujian Nasional meski sebagian besar bangunan mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi pada Rabu, 18 April 2018.

"Kami diminta menyiapkan tempat untuk Ujian Nasional yang akan dilaksanakan mulai Senin 23 April," kata Wakil Kepala SMPN 2 Kalibening Dodik Bintoro di Kalibening, Banjarnegara, Kamis, 19 April 2018.

Kendati sebagian besar bangunan SMPN 2 Kalibening mengalami kerusakan, kata dia, masih ada tiga ruangan yang dapat digunakan untuk pelaksanaan Ujian Nasional.

Menurut dia, Ujian Nasional di sekolah itu masih menggunakan kertas dan pensil serta diikuti oleh 60 siswa kelas 9. "Setiap ruang diisi 20 siswa sehingga jumlah ruangannya mencukupi. Kami juga diminta untuk memotivasi siswa sebelum pelaksanaan ujian," katanya.

Selain menyiapkan ruangan untuk Ujian Nasional, kata dia, pihaknya bersama sejumlah sukarelawan juga membersihkan seluruh ruangan dari material seperti genting dan plafon yang berjatuhan saat terjadi gempa.

Menurut dia, plafon yang masih bergelantungan juga diturunkan agar tidak membahayakan siswa.

Lebih lanjut, Dodik mengatakan perbaikan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan akan segera dilakukan setelah Ujian Nasional demi kelancaran kegiatan belajar mengajar bagi siswa kelas VII dan VIII.

"Saat Ujian Nasional, siswa kelas VII dan VIII kan libur. Mudah-mudahan begitu mereka masuk, sudah bisa digunakan," katanya.

Salah seorang siswa kelas 8 yang turut bekerja bakti, Amir, mengaku sedih karena bangunan sekolahnya mengalami kerusakan akibat gempa.

Ia mengharapkan pemerintah dapat segera memperbaiki bangunan atau ruang kelas yang mengalami kerusakan agar dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Meskipun demikian, dia mengaku bersyukur karena saat gempa itu terjadi, kegiatan belajar mengajar telah selesai sehingga tidak ada siswa yang menjadi korban.

"Kebetulan saya sedang di jalan, mau pulang sehingga tidak tahu kalau gempa itu merusak bangunan sekolah," katanya.

Berdasarkan analisis BMKG, sebagian wilayah Banjarnegara diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan 4,4 SR pada hari Rabu (18/4) pukul 13.28 WIB.

Pusat gempa berlokasi di darat pada kedalaman 4 kilometer pada jarak 52 kilometer utara Kebumen.

BMKG melaporkan lokasi pusat gempa berada di darat yang diakibatkan oleh aktivitas patahan atau sesar lokal.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjarnegara Arief Rahman mengatakan gempa tersebut mengakibatkan 316 bangunan rumah di Kecamatan Kalibening mengalami kerusakan, 62 unit di antaranya berlokasi di Desa Kertosari, 217 lainnya di Desa Kasinoman, dan 37 unit di Desa Plorengan.

Menurut dia, gempa juga merusak sejumlah fasilitas umum, yaitu tiga masjid, satu musala dan satu gedung sekolah yaitu SMPN 2 Kalibening.

"Berdasarkan data sementara diketahui ada dua orang meninggal dunia akibat gempa, yakni Asep (13) dan Kasri (80), keduanya berasal dari Desa Kasinoman," katanya.


(ALB)