Cinta dalam Kemajemukan

Patricia Vicka    •    Kamis, 03 Aug 2017 11:27 WIB
kerukunan beragama
Cinta dalam Kemajemukan
(ki-ka) Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rudiatmoko Pr, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur DIY Sri Sultan HB X. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Ratusan pemuda-pemudi Katolik dari 22 negara Asia berkumpul di Jogja Expo Center, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka kembali dikumpulkan setelah hampir sepekan tinggal bersama warga beda keyakinan di 11 wilayah keuskupan di Indonesia.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ikut hadir di tengah-tengah para peserta Asian Youth Day (AYD) ke-7 itu. Dia didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Menteri Lukman mengatakan, umat Katolik se-Asia bisa melihat langsung keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa di Indonesia. Mereka bisa hidup berdampingan dengan damai.

AYD, kata Menteri Lukman, adalah bukti nyata adanya persatuan dan cinta di antara kemajemukan. Contoh nyata adalah masih terjaganya Candi Borobudur dan Prambanan yang dijadikan tempat ibadah umat Budha dan Hindu hingga sekarang. Padahal, candi terletak di lingkungan yang sebagian besar umat muslim.

"Saya berharap banyak kesan baik yang didapat usai kalian pulang dari Indonesia. Selamat berkarya menebar benih-benih kebaikan, cinta, dan kasih sayang Tuhan di Asia yang majemuk," kata Menteri Lukman saat memberi sambutan, semalam.

Sri Sultan mengatakan AYD memberi harapan hidup penuh kedamaian, toleransi, dan harmonis di Indonesia. Karena dengan membina keberagaman bisa meningkatkan kehidupan.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Ignatius Suharyo mengatakan Yogyakarta dipilih sebagai tempat penyelenggaraan acara karena tingginya toleransi dan tenggang rasa ditengah keberagaman suku dan budaya masyarakatnya. 

Gelaran AYD kali ini mengambil tema Coming Together as Multicultural Asia. Acara digelar pada 2-6 Agustus 2017, meski para peserta telah datang sejak akhir bulan lalu. Selain Menteri Agama dan Gubernur DIY, Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rudiatmoko Pr. ikut membuka ajang pertemuan tiga tahunan pemuda Katolik ini.


(SAN)