Kemarau, Kekeringan Meluas di Lereng Merapi

Djoko Sardjono    •    Jumat, 18 Aug 2017 16:06 WIB
kemarau dan kekeringan
Kemarau, Kekeringan Meluas di Lereng Merapi
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Klaten: Kekeringan akibat kemarau di wilayah Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meluas. Sementara kebutuhan air bersih untuk warga masyarakat beberapa desa di daerah lereng Gunung Merapi itu sebagian dipenuhi dari bantuan pemerintah dan usaha mandiri.

Kecamatan Kemalang adalah salah satu dari tujuh kecamatan di Klaten yang terancam kekeringan akibat kemarau. Bahkan, warga beberapa desa di kecamatan itu kini telah kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) serta minum ternak.

Saat ini, kekeringan merambah di enam desa dari 13 desa di Kecamatan Kemalang, yaitu Tegalmulyo, Panggang, Talun, Kendalsari, Tlogowatu, dan Sidorejo. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten pun telah mengirim bantuan air ke daerah rawan kekeringan tersebut.

Salah satu warga Desa Sidorejo, Sukiman, mengatakan bantuan air dari pemerintah (BPBD) tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Karena itu, sebagian warga terpaksa membeli air dari mobil tangki swasta dengan Rp200.000-Rp230.000 per tangki isi 5.000 liter.

"Warga desa di puncak lereng Merapi kini sebagian sudah membeli air. Karena, bantuan air tidak mencukupi untuk MCK dan minum ternak. Saya sendiri sudah membeli enam tangki dengan harga Rp230.000 per tangki,"  kata tokoh masyarakat di lereng gunung tersebut, Jumat 18 Agustus 2017.

Kekeringan yang melanda beberapa desa di Kecamatan Kemalang, juga dibenarkan oleh Karyono, warga Desa Dompol. Aktivis relawan itu mengatakan, bahwa memasuki kemarau ini persediaan air di bak penampungan air hujan telah habis. Karena itu, mereka perlu mendapat bantuan.

Untuk mengatasi desa-desa yang mengalami kekeringan di musim kemarau, Karyono mengusulkan agar rencana pembangunan embung di lereng Merapi dapat segera direalisasikan. Sehingga kebutuhan air di musim kemarau warga tidak hanya berharap dari bantuan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten Bambang Giyanto menyebutkan sebanyak 22 desa di tujuh kecamatan yang terancam kekeringan akibat musim kemarau. Tujuh kecamatan itu ialah Kemalang, Karangnongko, Manisrenggo, Tulung, Jatinom, Cawas, dan Bayat.

"Untuk mengatasi daerah rawan kekeringan, BPBD Klaten tahun ini mendapat anggaran Rp100 juta untuk pengiriman bantuan air bersih. Selain itu, ada dana siap pakai (DSP) Rp500 juta, yang bisa digunakan jika alokasi angggaran droping air tidak mencukupi," ujarnya.


(ALB)