Gagal jadi Mahasiswa UNS meski Bayar Ratusan Juta

Pythag Kurniati    •    Senin, 07 Aug 2017 16:23 WIB
penipuan
Gagal jadi Mahasiswa UNS meski Bayar Ratusan Juta
Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibawa merilis tersangka penipuan di Mapolresta Solo, Senin (7/8/2017). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Iwan Saputra, 47, dan Arif Munandar, 25, mengelabui tiga orang untuk jadi mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah. Mereka meraup ratusan juta dari aksi tipu-tipu.

Iwan dan Arif mengaku punya akses untuk merekrut mahasiswa baru di UNS. Mereka menjanjikan para korbannya bisa menjadi mahasiswa di fakultas kedokteran kampus tersebut.

Sedikitnya, ada tiga korban yang diiming-imingi masuk Fakultas Kedokteran UNS pada tahun ajaran 2016/2017. Tiga korban yakni LMP, FN, dan NK.

Ketiga korban juga telah menransfer uang sejumlah total Rp370 juta pada Iwan. "Satu orang menransfer Rp170 juta dan dua orang Rp100 juta," tutur Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibawa di Mapolresta Solo, Senin, 7 Agustus 2017.

Pelaku lantas memberikan aneka dokumen palsu pada ketiga korban sebagai modal kuliah di fakultas kedokteran. Para korban pun sempat menjalani perkuliahan pada semester pertama.

Kasus ini terkuak pada akhir perkuliahan semester I-2016/2017. Saat itu staf bagian administrasi Program Studi Kedokteran UNS melakukan pengecekan di sistem input nilai mahasiswa. Namun, nama LMP, FN, dan NK tidak tercantum pada sistem.

“Dari situlah terungkap nama tersangka utama, Iwan,” jelasnya. Kapolres menjelaskan, Iwan bukan merupakan karyawan atau orang dalam UNS.

Iwan ditangkap pada 31 Juli 2017. Petugas menyita beberapa barang bukti seperti  bukti setor salah satu korban ke Bank BTN, surat pemberitahuan ke orang tua murid mengenai penerimaan mahasiswa, KRS ketiga korban.

“Tersangka mencetak dan memalsukan dokumen-dokumen tersebut untuk melancarkan aksinya,” tuturnya. Dari pengembangan penyidikan terhadap tersangka Iwan, polisi juga menangkap  Arif yang membantu tersangka utama melakukan pemalsuan surat.

Atas perbuatan mereka, Iwan dan Arif dijerat Pasal 263 mengenai pemalsuan dokumen. “Ancaman penjara hingga enam tahun,” tutup Ribut.


(SAN)