Perencanaan Wisata Mangrove Kulon Progo Selesai Agustus

Antara    •    Selasa, 25 Jul 2017 10:40 WIB
wisata
Perencanaan Wisata Mangrove Kulon Progo Selesai Agustus
Ilustrasi hutan mangrove -- MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Kulon Progo: Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menargetkan, penyusunan rencana detail teknis kawasan wisata mangrove Pasar Mendit dan Pasir Kadilangu selesai pertengahan Agustus 2017. Saat ini, pembahasan rencana detail teknis (DED) kawasan wisata mangrove masih dibahas dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo, khususnya Pemerintah Desa Jogoboyo.

"Berdasarkan konsep penataan kawasan, pengembangan wisata mangrove menerapkan pola integrasi antara Kulon Progo dan Purworejo. Sehingga, kami melakukan komunikasi intensif dengan Pemkab Purworejo," kata Kepala Dispar Kulon Progo Krisutanto, Selasa 25 Juli 2017.

DED kawasan mangrove akan mengatur penataan untuk desa-desa terdekat dengan kawasan wisata mangrove. "Kami kembangkan wisata mangrove yang terintegrasi dengan Desa Jogoboyo sampai Desa Karanganyar," kata Krisutanto.

Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pariwisata Kulon Progo Fitri Lianawati menambahkan, konsep `one ower trip` akan menggabungkan objek wisata di perbatasan Kulon Progo dan Purworejo, Jawa Tengah, menjadi satu kawasan yang megah dan cantik. Isu utama dalam pembuatan DED kawasan mangrove Pasir Mendit dan Pasir Kadilangu adalah empat kelompok pengelola menjadi satu dan akur.

"Rencana ini memang tidak bisa langsung dilaksanakan secara instan karena membutuhkan waktu 15 sampai 20 tahun baru terwujud," katanya.

Fitri menjelaskan, tambak udang yang dikembangkan masyarakat setempat akan disulap menjadi kawasan tambak yang indah. Tanah yang digunakan petambak udang menggunakan tanah milik Kadipaten Puro Pakualam bisa dimanfaatkan dan dikembangkan untuk kepentingan umum.

Namun, lanjut Fitri, program `one ower trip` harus bekerja sama dengan Pemkab Purworejo, khususnya Desa Jogoboyo dan Karanganyar, karena akan menggunakan jalan mereka. Rencananya, lahan parkir menggunakan lahan milik Purworejo.

"Kami akan menjalin komunikasi dengan Pemerintah Purworejo, sehingga menghasilkan rencana yang bagus dalam pengembangkan wisata mangrove," pungkasnya.


(NIN)