Tak ada Sosialisasi, Pedagang Pasar Legi Solo Belum Tahu HET Beras

Pythag Kurniati    •    Kamis, 31 Aug 2017 14:39 WIB
beras
Tak ada Sosialisasi, Pedagang Pasar Legi Solo Belum Tahu HET Beras
Pedagang beras eceran di Pasar Legi Kota Solo, Jawa Tengah. MTVN/Pythag

Metrotvnews.com, Solo: Kementerian Perdagangan mengatur harga beras melalui mekanisme penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras. HET beras mulai berlaku efektif 1 September 2017.

Namun sejumlah pedagang eceran beras di Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah mengaku masih belum mendapatkan sosialisasi terkait HET beras yang akan segera diberlakukan.

“Belum ada sosialisasi ke pedagang,” ujar salah seorang pedagang beras eceran di Pasar Legi, Solo, Hari Sutarti, 65 saat ditemui Metrotvnews.com, Kamis, 31 Agustus 2017.

Ia mengaku saat ini menjual beras berdasarkan harga pembelian dari distributor beras. Beras tersebut merupakan hasil panen petani dari kawasan Sragen, Sukoharjo, Klaten dan daerah sekitar Solo.

“Jadi harga beli berapa, saya ambil untung sedikit. Tidak berlebihan,” jelas Hari Sutarti.

Beras yang ia jual terdiri dari beberapa jenis dan dibanderol dengan harga beragam. Beras dolog dijual paling murah seharga Rp8 ribu per kilogram. Kemudian beras jenis IR 64 dijual Rp9 ribu per kilogram. 

“Lalu untuk harga tertinggi yakni beras C4 biasa dan C4 super. Masing-masing Rp11 ribu dan Rp12.500,” urai dia. Artinya, meskipun belum mendapat sosialisasi mengenai HET beras, dagangannya telah dijual sesuai aturan harga yang ditetapkan Kemendag.

Hal serupa diungkapkan oleh pedagang beras eceran lainnya, Wiwik, 52. Ia mengatakan tidak mengetahui mengenai aturan HET beras yang mulai diterapkan September.

“Ada ya? Saya malah baru dengar,” kata dia.

Ia menambahkan, selama ini berasnya dijual pada rentang harga Rp 8ribu hingga Rp11 ribu. “Berarti beras saya sudah sesuai HET yang diterapkan pemerintah,” jelasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Perdagangan mengatur harga beras melalui mekanisme penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET). Adapun penerapan HET beras berlaku pada beras jenis medium, premium dan khusus. HET beras berbeda-beda, disesuaikan dengan zonasi wilayah.

Misalnya, HET beras medium di Jawa, Lampung, Sumatera Selatan adalah Rp 9.450/kg dan Rp 12.800/kg untuk premium. Di Pulau Sumatera, HET beras medium Rp 9.950/kg dan Rp 13.800/kg untuk premium, dan lain sebagainya.

Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukoto penetapan HET telah mempertimbangkan daya beli masyarakat, peningkatan usaha penggilingan padi berskala kecil serta menutup kemungkinan pemodal besar yang melakukan pemborongan.

Mendag memastikan akan memperketat pengawasan penerapan HET. Enggartiasto Lukito mengatakan akan menindak tegas siapa saja yang berusaha menjual beras di atas HET. Hukuman yang paling berat adalah dicabutnya izin usaha perdagangan.



(ALB)