Warga Tegal Konsumsi Air Sungai karena Kekeringan

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 17 Oct 2018 16:55 WIB
kekeringankemarau dan kekeringan
Warga Tegal Konsumsi Air Sungai karena Kekeringan
Sejumlah warga Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengais air sungai untuk dikonsumsi, Rabu, 17 Oktober 2018. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi).

Tegal: Sejumlah warga Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terpaksa mengkonsumsi air sungai. Hal itu dilakukan karena sulitnya air bersih di desa tersebut. Untuk mendapatkan air sungai, warga harus rela berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer. 

"Sumur kami sudah kering. Terpaksa harus nyari ke sungai," kata Roilah, salah satu warga RT 04/01 Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu, 17 Oktober 2018.

Beberapa hari belakangan, Roilah bersama warga lainnya harus mandi dan mengambil air dari sungai Cacaban yang berjarak sekitar dua kilometer dari rumahnya.

Kondisi debit air sungai itu sendiri sudah menyusut drastis. Warga pun akhirnya membuat lubang di tengah sungai.

"Setiap hari ngambil air lima sampai enam kali. Air sungai ini digunakan untuk minum, masak, mencuci, mandi, dan untuk keperluan lainnya," ungkap ibu dari empat anak ini.

Warga lainnya, Suratno, 49, menuturkan hal senada. Dia mengaku beruntung masih ada air sungai Cacaban yang mengalir di pinggiran desanya. Walau jaraknya jauh, tapi terpaksa dia konsumsi karena sumur di rumahnya sudah mengering.

"Kalau beli juga jauh. Terpaksa pakai air sungai untuk konsumsi setiap hari," keluh Suratno.

Sementara itu Kepala Desa Dermasuci Mulyanto mengatakan, ada sekitar 450 kepala keluarga (KK) di tiga RW yang terdampak kekeringan karena musim kemarau panjang. Sumur warga sudah banyak yang mengering. Mereka kesulitan mendapatkan air bersih.

"Akhirnya menggunakan air sungai meski jaraknya satu sampai dua kilometer," ungkap Mulyanto.

Menurutnya, sejauh ini warga belum pernah mendapatkan bantuan air bersih yang sangat mereka butuhkan. Padahal desa sudah pernah meminta bantuan droping air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal. 

"Saya sudah datang ke kantor BPBD untuk minta droping air bersih. Tapi belum ada distribusi air bersih ke sini sampai sekarang," jelas Mulyanto.

Mulyanto menambahkan, selain sumur-sumur warga, kekeringan juga melanda ratusan hektare sawah di wilayahnya. "Ratusan hektare padi dan jagung juga kena dampak kekeringan," pungkas Mulyanto.


(DEN)