Wali Kota: Aksi Teror Bakar Kendaraan di Semarang Sengaja Diciptakan

Mustholih    •    Senin, 04 Feb 2019 17:21 WIB
pembakaran motoraksi teror
Wali Kota: Aksi Teror Bakar Kendaraan di Semarang Sengaja Diciptakan
ilustrasi Medcom.id

Semarang: Warga Kota Semarang, Jawa Tengah, belakangan ini diteror aksi pembakaran mobil dan motor yang dilakukan secara acak di sejumlah tempat. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menduga aksi teror itu sengaja diciptakan untuk meresahkan warga.

"Kami mendapati ada upaya menggoyang Semarang yang terkenal kota kondusif, warganya dibuat resah. Pelakunya di CCTV kayaknya sudah memahami betul peta wilayah," kata Hendrar Prihadi, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 4 Februari 2019.

Sampai hari ini, kata Hendrar Prihadi, Polisi masih mengusut aksi tersebut dan mengejar para pelaku teror. Hendrar Prihadi meminta warganya tidak perlu cemas dan takut. "Kita berdoa supaya segera tertangkap pelakunya. Warga Kota Semarang enggak usah cemas, justru kita lagi ditantang untuk meningkatkan kekompakan kita," ujar Hendrar Prihadi menegaskan.

Baca: Pelaku Pembakaran Mobil di Jateng Terekam CCTV

Hendrar Prihadi mengaku sudah diperlihatkan oleh Polisi sejumlah rekaman kamera tersembunyi (CCTV) yang memuat gambar pelaku teror pembakaran. Dari kamera tersembunyi itu, Hendrar Prihadi menyatakan, para pelaku teror biasanya membawa motor dan mengenakan jaket. 

"Kenapa berjaket? karena untuk menyimpan botol yang berisi minyak tanah atau bensin dan sumbunya. Kalau ada masyarakat melihat orang mencurigakan dengan spesifikasi seperti itu maka periksa ke lapangan. Kalau terbukti bawa botol dengan bau bahan bakar, segera laporkan ke Polisi," terang Hendrar Prihadi.

Sebagai Wali Kota, Hendrar Prihadi telah mengeluarkan surat edaran ke Camat dan Lurah se-Kota Semarang. Mereka diminta mengaktifkan kembali pos-pos kamling dan portal jalan di tingkat Rukun Warga dan Rukun Tetangga. "Prinsipnya, kami yakin Polisi sedang bekerja keras. Kami dari unsur masyatakat men-suport dengan melaksanakan pengamanan dengan secara mandiri," ungkapnya.

Selain itu, Hendrar Prihadi berencana mengintegrasikan kamera tersembunyi yang dipasang di pemukiman warga dengan situation room milik Pemerintah Kota Semarang. Situation room ini merupakan ruang pemantau sejumlah titik strategis Kota Semarang lewat CCTV. 

"Saya minta kampung-kampung dan perumahan yang sudah ada CCTV bisa diintegrasikan dengan Situation Room Pemkot. Suoaya kalau ada kejadian-kejadian, polisi mampu data untuk identifikasi pelaku," tegas Hendi, sapaan akrabnya.

Belakangan ini, aksi pembakaran mobil sedang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Sebelum peristiwa tiga pembakaran motor, setidaknya, sudah ada 12 aksi pembakaran mobil di Kota Semarang, satu pembakaran mobil di Kabupaten Semarang, dan tujuh pembakaran mobil di Kendal.

Aksi tersebut kebanyakan dilakukan pada dini hari. Berdasarkan keterangan saksi mata, pelaku melakukan teror dengan berboncengan mengendarai motor.




(ALB)