Harga Bawang Anjlok di Brebes Karena Panen Raya

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 14 Feb 2019 10:04 WIB
harga bawang merahbawang
Harga Bawang Anjlok di Brebes Karena Panen Raya
Petani Desa Larangan, Brebes, sedang mengeringkan hasil panen bawang merah. Medcom.id/Kuntoro Tayubi

Brebes: Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) menyebut anjloknya harga bawang merah di kalangan petani terjadi karena musim panen raya kecil. Panen beberapa sentra bawang Kabupaten Brebes yang biasanya jatuh pada Desember kali ini jatuh di bulan Januari-Februari.

Ketua ABMI Juwari mengatakan, mundurnya waktu panen disebabkan pasokan atau kebutuhan air. Namun, dipredikisi harga bawang merah merangkak naik dalam beberapa pekan ke depan arena jumlah area yang dipanen hanya antara 9-10 hektare.

"Kalau panen raya besar di lahan produksi bawang di Brebes mencapai 21 hektare nanti di bulan Juli-Agustus. Karena satu tahun biasanya dua kali panen raya," katanya, Kamis, 14 Februari 2019.

Harga bawang merah di tingkat petani dalam beberapa hari belakangan merangkak naik mencapai Rp10 ribu per kilogram. Peningkatan itu terjadi di sejumlah sentra atau pun lapak bawang di Brebes.

Di Sub Terminal Agro Desa Larangan, harga bawang merah kualitas medium naik Rp2.000 dari semula Rp8.000 sekarang jadi Rp10.000 per kilogram. Mulai merangkak naiknya harga bawang merah di tingkat petani juga diikuti dengan naiknya harga tebasan (borongan) bawang merah.

"Tebasan juga harganya naik. Satu petak hasil 6 kuintal hingga 7 kuintal bawang merah harganya naik Rp2 juta, menjadi Rp8 juta per petak," bebernya.

 


(SUR)