Pemprov DIY Bertekad Tekan Angka Kemiskinan

Patricia Vicka    •    Kamis, 12 Oct 2017 12:14 WIB
pelantikan gubernuryogyakarta
Pemprov DIY Bertekad Tekan Angka Kemiskinan
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri) dan Sri Paduka Paku Alam X (kanan) usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta. Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Wakil Gubernur DI Yogyakarta (DIY) Sri Paduka Paku Alam X bertekad mengurangi angka kemiskinan dan kesenjangan sosial di Yogyakarta di periode kepemimpinannya lima tahun mendatang. Sebab, rapor DIY tahun lalu untuk dua persoalan tersebut buruk.

DIY menjadi provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa pada tahun 2016 dengan angka sebesar 13,1 persen. Rasio ketimpangan sosial (gini ratio) DIY tertinggi di Indonesia dengan skor 0,425 pada 2016 .

“Kemiskinan pasti kami turunkan. Target belum bisa kami pastikan. Setiap tahun selalu ada penurunan, “ ujar Paku Alam X di kediamannya, Rabu 11 Oktober 2017.

Dia mengklaim angka kemiskinan setinggi 15 persen pada tahun 2015, turun menjadi 13 persen pada tahun 2016. Pemerintah yang baru saja kembali dilantik juga akan terus menekan masalah ekonomi dan sosial tersebut.

Namun ia juga mengkritik pemerintah pusat yang tidak memahami keunikan Yogyakarta. Penentuan angka kemiskinan yang selama ini dilakukan pemerintah pusat kurang tepat diterapkan di daerahnya. Sebab, karakteristik kemiskinan di Yogyakarta berbeda dengan provinsi lainnya.

“Pengukuran kemiskinan sering salah. Seseorang diukur dari konsumsi. Padahal kemiskinan di DIY spesifik beda sama tempat lain. Kalau disini dianggap miskin, bagaimana mungkin IPM (Indeks Pembangunan Manusia)  tinggi. Tingkat kebahagian paling tinggi se Jawa,” ucap Paku Alam X.

Upaya yang dilakukan diantaranya merealisasi visi dan misi “Abad Kejayaan Samudra Hindia". Pemda DIY akan memprioritaskan pembangunan di wilayah Selatan provinsi. Potensi segala bidang baik dalam hal kelautan, pariwisata dan infrastruktur di Yogyakarta bagian selatan akan lebih ditingkatkan.


(SUR)