PT Angkasa Pura dan Pemkab Kulon Progo Persuasif Soal Pembangunan NYIA

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 15 Dec 2017 19:28 WIB
infrastrukturbandara
PT Angkasa Pura dan Pemkab Kulon Progo Persuasif Soal Pembangunan NYIA
Kiri ke kanan, General Manager Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama; Project Manager Bandara NYIA, R. Sujiastono; dan Asisten Sekda II Pemkab Kulon Progo, Triyono. (Medcom.id-Ahmad Mustaqim)

Kulon Progo: PT Angkasa Pura I menyatakan akan tetap melanjutkan proses pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Meskipun, agenda dialog dengan warga pada Jumat, 15 Desember 2017, mendapat penolakan. 

"Kami hanya ditugaskan Menhub dan BUMN. Proyek (bandara NYIA) akan tetap berlangsung, berjalan sesuai rencana," kata Project Manager Bandara NYIA, R. Sujiastono ditemui usai penolakan warga untuk berdialog. 

Sujiastono berujar, proyek bandara NYIA telah disosialisasi secara jauh-jauh sebelumnya. Niat baik kita, lanjutnya, menjelaskan kepada warga yang masih menolak. Ia mengatakan proses pembangunan dikawal kejaksaan serta Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Daerah (TP4D). 

Menurut dia, tak ada alasan lagi warga menolak proyek pembangunan bandara NYIA. Ia menyebutkan, sejak Izin Penetapan Lokasi (IPL) bandara ditetapkan Gubernur DIY pada Maret 2015, hak warga sudah dilakukan yakni menggugat di PTUN. Setelah IPL kalah di PTUN, pemerintah DIY mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, dan dikabulkan 

"Apapun yg dilakukan warga, proses pembangunan tetap berjalan. Proses pembangunan bandara berjalan terus. Tata  ruang di Kecamatan Temon untuk bandara, bukan untuk permukiman," kata dia. 

Ia menambahkan, suka atau tidak suka, bandara Kulon Progo segera dibangun. Hal tersebut juga didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2017, tentang percepatan pembangunan dan pengoperasian bandara. Bandara NYIA Kulon Progo tetap ditarget beroperasi pada April 2019.

"Warga yang tetap menolak lahannya dikonsinyasikan, sehingga hak-hak masyarakat sudah dipenuhi. Suka tidak suka undang-undangnya seperti itu," kata dia. 

Asisten Sekda II Pemkab Kulon Progo, Triyono memperkirakan masih ada sekitar 32 KK yang masih menolak. Ia mengatakan Pemkab Kulon Progo telah melakukan rapat dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan berharap pembebasan lahan segera rampung. 

"Kami sudah melakukan pendekatan. Kami akan bertindak persuasif agar tidak ada tindakan yang tidak perlu di kemudian hari. Awal 2018 pembangunan harus sudah mulai," ungkapnya. 

Sebelumnya, Jajaran PT Angkasa Pura I bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mendatangi warga terdampak pembangunan bandara NYIA, Jumat, 15 Desember 2017. Pertemuan tersebut dilakukan di serambi Masjid Al Hidayah, Dusun Kragon II, Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Mereka yang mendatangi warga diantaranya Manager Project Bandara NYIA, R. Sujiastono; Secretary Project Manager Bandara NYIA, Didik Tjatur Prasetya; General Manager Bandara Adisutjipto PT Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama  Asisten Sekda II Pemkab Kulon Progo, Triyono, bersama kepolisian, dan TNI. Warga pun menerima dengan terbuka kedatangan mereka. 

Di hadapan puluhan warga, Agus Pandu memulai pembicaraan tentang kondisi Bandara Adisutjipto yang melebihi kapasitas pengguna jasa penerbangan. Menurutnya, perlu adanya pembangunan bandara baru, yakni NYIA.

Warga terdampak bandara NYIA saat menyoraki jajaran PT Angkasa Pura I dan Pemkab Kulon Progo. (Medcom.id-Ahmad Mustaqim)

Pembicaraan belum usai, warga langsung memotong pembicaraan. Warga menolak adanya pembicaraan tentang pembangunan bandara. Ucapan penolakan secara bergelombang terlontar dari warga. 

"Saya menolak bandara tanpa syarat. Maunya hanya bertani. Kami menolak pembicaraan tentang bandara," ujar seorang perempuan di dalam forum itu. 

Jajaran Pemkab Kulon Progo dan PT Angkasa Pura I terus mendapat penolakan keras. Warga penolak bandara kemudian meminta mereka meninggal kan lokasi. 

Pertemuan hanya berlangsung sekitar 15 menit. Kemudian jajaran Pemkab Kulon Progo dan PT Angkasa Pura I pergi dari Masjid Al Hidayah. "Sata menerima aspirasi warga. Nanti akan kami sampaikan ke pemerintah," kata Agus Pandu sebelum meninggalkan warga. 


(ALB)