Korban Gempa di Yogyakarta Meninggal Akibat Serangan Jantung

Patricia Vicka    •    Sabtu, 16 Dec 2017 12:44 WIB
gempa
Korban Gempa di Yogyakarta Meninggal Akibat Serangan Jantung
Ilustrasi.

Yogyakarta: Guncangan gempa terasa hingga Daerah Istimewa Yogyakarta. Laporan Pusdalops BPBD DIY mengatakan seorang wanita di Bantul DIY meninggal tak beberapa lama usai gempa bumi terjadi.

Supervisor Pusat Pengendali Operasi (Pusdalop) BPBD DIY Indrayanto menjelaskan wanita tersebut bernama Fatimah, 34, asal Jambon, Argosari, Sedayu, Bantul. Ia meninggal bukan karena tertimbun bangunan yang roboh karena gempa. Namun diduga panik dan kena serangan jantung.

"Keterangan dari keluarga, waktu gempa, dia panik. Lalu lari keluar rumah dan jatuh. Lalu meninggal. Diindikasikan kena serangan jantung," jelas Indra melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Sabtu, 16 Desember 2017.

Ibu dua anak ini sempat dilarikan ke RS Mitra Sehat Sedayu, namun nyawanya tak tertolong. Jenazahnya akan dimakamkan siang nanti di desa Jambon.

Selain merenggut nyawa satu orang, gempa turut merusak sebuah rumah di Prapak Kulon, Minggir Sleman. Atap dapur rumah milik Bapak Yasin Nurhadi ini roboh dan rusak cukup parah.

"Kondisi rumahnya memang sudah rapuh. Jadi begitu gempa atapnya pada rontok. Tapi rumah disekitarnya tidak ada yang rusak," kata Indra.

Beruntung tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa ini. Keluarga Bapak Yasin juga tidak diungsikan ke tempat lain karena bagian rumah lainnya tidak rusak terkena gempa.

Hingga kini Pusdalops telah menerjunkan tim khusus untuk mendata kerusakan akibat gempa. Pantauan terakhir Pusdalops, tinggi gelombang di laut selatan DIY dalam keadaan normal dengan ketinggian 1,5-2 meter. Indra menegaskan berdasarkan laporan dari tim SAR dan BPBD di Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul, usai gempa terjadi, tak ada gelombang tsunami atau penyusutan air laut. 

"Memang kemarin malam pukul 00.24 WIB ada peringatan pesisir selatan statusnya waspada tsunami. Warga diminta menjauh dari pantai. Tapi peringatan itu sudah dicabut pukul 02.30 WIB, dan sekarang kondisi normal," tegasnya.

Aktivitas Gunung Merapi juga terpantau normal dan tak ada letusan atau gempa. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tenang dan tidak panik saat terjadi gempa. Warga diminta mencari informasi yang valid dari sumber terpercaya seperti informasi dari BMKG dan BPBD.

Selain itu warga yang berada dipinggir sungai dan perbukitan diminta mengecek kondisi tebing dan talud disekitarnya. "Coba dicek apakah ada retakan tanah atau talud di situ. Kalau ada segera melapor ke BPBD," tutupnya.


(ALB)