Sawah di Kulon Progo dan Bantul Paling Parah Terimbas Banjir

   •    Kamis, 30 Nov 2017 22:28 WIB
siklon tropis cempaka
Sawah di Kulon Progo dan Bantul Paling Parah Terimbas Banjir
Sungai Gamping di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah, jebol. Air lantas merendam sawahsekitar 60 hektare di Desa Karangasem dan Desa Burikan, Selasa, 28 November 2017. Foto: MI/Djoko Sardjono

Yogyakarta: Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta masih mendata luas lahan pertanian yang terendam banjir setelah diguyur hujan lebat akibat Siklon Cempaka. Hujan ekstrem terjadi sejak Selasa, 28 November, hingga Rabu, 29 November 2017.

"Kami masih mendata. Angkanya masih kami kumpulkan," kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) DIY, Sasongko, seperti dilansir Antara, Kamis, 30 November 2017.

Meski demikian, menurut Sasongko, berdasarkan data sementara, sawah yang terendam paling dominan ada di Kabupaten Kulon Progo dan Bantul.

"Saya mendapat laporan 12 hektare sawah terendam di daerah Prambanan, Sleman, namun setelah dicek airnya sudah surut," kata dia.

Pendataan ini, kata dia, untuk memetakan seberapa besar petani yang berpotensi mengalami gagal panen akibat banjir. Seluruh petani yang mengalami gagal panen dan memliki asuransi tani, kata dia, akan mendapatkan ganti rugi Rp6 juta per hektare.

Bantuan mengalir

Sementara itu, bencana banjir memantik bantuan dari banyak pihak. Bantuan sosial terhadap korban banjir di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah dan Yogyakarta terus berdatangan. Salah satunya dari PT Gunung Sejahtera Temon (GST).

PT GST menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada warga korban banjir di Desa Tirto Rahayu, Kulon Progo, Yogyakarta. Bantuan diterima langsung Kepala Desa Tirto Rahayu, Prapto Legawa.

"Bantuan sempat terhambat akibat putusnya jembatan," kata Asisten Direktur Utama PT GST Maulana Habiburrahman. Namun, akhirnya bantuan bisa sampai tepat sasaran.

Prapto Legawa berharap semakin banyak uluran tangan masyarakat untuk membantu desanya yang saat ini tengah terkena musibah.




(UWA)