Pengusaha Angkutan Ogah Bermigrasi ke Taksi Aplikasi

Rhobi Shani    •    Senin, 06 Nov 2017 13:07 WIB
polemik taksi online
Pengusaha Angkutan Ogah Bermigrasi ke Taksi Aplikasi
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jepara: Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 yang berlaku 1 November 2017, salahsatunya mengatur kendaraan sewa khusus harus berbadan hukum. Berkait itu, mobil pribadi atau pelat hitam yang digunakan untuk taksi berbasis aplikasi itu harus bergabung dengan perusahaan atau koperasi angkutan.
 
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Jepara Samsul Arifin menyatakan, pengusaha angkutan umum di Jepara enggan beralih atau bergabung dengan perusahaan taksi aplikasi. Pasalnya, itu hanya akan mengutungkan perusahaan aplikasi.
 
“Kami yang sudah pelat kuning kesulitan untuk bertahan. Jadi kecil kemungkinan mau bergabung dengan perusahaan aplikasi,” ungkap Samsul di Jepara, Senin 6 November 2017.
 
Koperasi angkutan umum yang saat ini ada di Bumi Kartini, dikatakan Samsul, beranggotakan kendaraan pelat kuning. Sehingga, koperasi angkutan umum akan memikirkan kelangsungan anggotanya.
 
“Jadi tidak mungkin beralih ke aplikasi, koperasi akan melindungi anggotanya,” ungkap Samsul.
 
Selain menghadapi tantangan taksi berbasis aplikasi, Samsul melanjutkan, koperasi angkutan umum juga tengah berusaha bertahan ditengah gempuran kendaraan pelat hitam yang digunakan untuk mengangkut pekerja.
 
Samsul bilang, pihaknya sudah mendapat salinan Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 dari provinsi. Hanya saja, petunjuk teknis pelaksanaan Permenhub tersebut belum diterimanya. Sehingga, dia belum dapat menyampaikan secara detail Permenhub tersebut kepada pengusaha angkutan di Jepara.
 
“Petunjuk teknisnya kami masih menunggu dari kementerian seperti apa,” kata Samsul.
 
Kepala Bidang Perhubungan Darat pada Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara Setyo Adhi menambahkan, Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 sudah disosialisasikan pihaknya kepada pengusaha angkutan umum dan perusahaan taksi berbasis aplikasi. Sehingga, masing-masing pihak sudah diyakini mengetahui autran main Permenhub tersebut.
 
“Kepada pengusaha angkutan umum sudah kami sampaikan lewat Organda,” tandas Adhi.



(ALB)