Organda Minta Dishub DIY Setop Operasi Taksi Online

Patricia Vicka    •    Senin, 06 Nov 2017 15:37 WIB
Organda Minta Dishub DIY Setop Operasi Taksi Online
Ilustrasi: MTVN/Rakhmat Riyandi

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY meminta Dinas Perhubungan DIY untuk mengeluarkan peraturan agar para pengemudi taksi online berhenti operasi sementara. Penghentian operasi sampai Februari 2017, tenggat yang diberikan Kemenhub kepada pengemudi taksi online untuk melengkapi persyaratan.
 
Ketua Organda DIY Agus Andriyanto mengatakan penghentian operational dilakukan untuk menghindari gesekan dan pertikaian di lapangan. Terutama antara pengemudi taksi argometer dengan pengemudi taksi online.
 
“Dalam tenggat waktu tiga bulan ini, saya minta teman-teman aplikasi jangan beroperasi dulu. Untuk menjaga kondusifitas di Lapangan,” ujar Agus saat Sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 di Markas Besar Polda DIY Yogyakarta, Senin 6 November 2017.

(Baca juga: Taksi Online Diberi Waktu 3 Bulan Penuhi Syarat Beroperasi)
 
Permintaan ini berdasarkan rasa keadilaan dan kesetaraan perlakuan kepada pelaku transportasi umum. Pasalnya selama ini kegiatan operational taksi berargometer banyak terikat dengan aturan ketat dari pemerintah. Di antaranya mengikuti uji KIR, memiliki surat-surat beroperasi lengkap, dan adanya stiker khusus penanda.

Sementara itu Penasihat Koperasi Pengemudi Taksi Argometer (Kopetayo), Sutiman mendesak Dishub dan Polda DIY untuk segera bertindak menertibkan taksi online yang belum memenuhi ketentuan dalam Permenhub nomor 108 tahun 2017.

“Dishub dan Polda DIY kami mohon tindak tegas taksi online mulai besok. Tak perlu menunggu tiga bulan,” tegasnya.

(Klik: Teknis Pemasangan Stiker untuk Taksi Online Masih Digodok)
 
Ia dan anggota Kopetayo melihat ada banyak pelanggaran taksi online yang terkesan dibiarkan oleh Dishub dan Dirlantas Polda DIY. Mereka mengklaim pernah melihat ada kendaraan berpelat merah yang digunakan menjadi taksi online. Bahkan ada  mobil bukan berpelat  Yogyakarta (pelat AB) yang turut menjadi taksi online.
 
Dalam Sosialisasi ini Direktur Angkutan dan Multimoda Kemenhub, Cucu Mulyana, kembali menegaskan, aturan dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengemudi taksi online yang tercantum dalam pasal-pasal  Permenhub nomor 108 tahun 2017. Taksi online wajib mengikuti uji KIR, pengemudi memiliki SIM umum, dan harus berbadan hukum.
 
(SUR)