Keberadaan Trans Jogja Diancam Transportasi Online

Patricia Vicka    •    Selasa, 24 Oct 2017 18:34 WIB
ojek onlinetaksi onlinetransportasi berbasis aplikasipolemik taksi online
Keberadaan Trans Jogja Diancam Transportasi Online
Bus Trans Jogja berhenti di halte Ahmad Yani. Foto: Antara/Novaradika

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Menjamurnya transportasi online di Yogyakarta mengancam keberadaan Trans Jogja. Minat warga untuk menaiki Trans Jogja semakin berkurang seiring mudahnya menggunakan transportasi berbasis aplikasi.

Seorang mahasiswi Atma Jaya, Diana, mengaku malas naik Trans Jogja. Ia pernah mencoba naik Trans Jogja dari halte depan kampusnya di daerah Babar Sari menuju Malioboro.

Menunggu 1,5 jam dan perjalanan 30 menit kalah jauh dibanding ojek online. Dia merasa wajar harus bayar lebih mahal.

(Baca: Delapan Tahun Beroperasi, Trans Jogja belum Diminati Warga)

"Saya naik ojek nungguin abangnya cuma 15 menit. Perjalanan dari kampus ke Malioboro cuma 30 menit. Biarpun harganya tiga kali lipat lebih mahal dari Trans Jogja tapi mendingan naik Gojek," ujar dia.

Dia merasa Trans Jogja kalah efisien karena tak punya jalur khusus selayaknya TransJakarta. Alhasil, Trans Jogja bakal terjebak macet seperti kendaraan lain.

Trisno, 46, mengaku kebingungan saat hendak memilih jalur. Peta jalur Trans Jogja yang tertempel di dinding Halte sulit dibaca orang awam.

"Petugas yang jaga juga enggak semuanya ramah. Ada yang malas-malesan menjelaskan rutenya. Kebetulan saya pendatang," tuturnya yang mengaku terpaksa naik Trans Jogja karena membawa uang pas-pasan.


Trisno yang mengaku resah dengan pelayanan Trans Jogja. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Kepala Seksi Operational dan Pengendalian UPT Trans Jogja Sigit Wahyu mengakui kemacetan membuat waktu tunggu dan tempuh semakin lama. Ditambah lagi Yogyakarta punya banyak persimpangan jalan yang ada lampu lalu lintas. Disamping itu Trans Jogja tidak memiliki jalur khusus seperti Trans Jakarta.

Dishub DIY pernah berencana membuat jalur sendiri bagi Trans Jogja seperti yang sudah dilakukan di Jakarta. Namun rencana ini perlu banyak pertimbangan dan kajian. Mengingat jalanan Yogyakarta yang tak selebar Jakarta.

Solusinya, jumlah bus Trans Jogja akan ditambah 23 buah. Berdasarkan data dari Dishub, 105 bus yang ada saat ini melayani 355 ribu hingga 480 ribu per bulan.

 


(SUR)