Cerita Driver Ojek Online Kejar Setoran untuk Bayar Cicilan

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 20 Oct 2017 14:23 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Cerita Driver Ojek Online Kejar Setoran untuk Bayar Cicilan
Seorang driver online melintasi jalan di Yogyakarta, MTVN - Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Jumlah pengendara atau driver transportasi berbasis aplikasi alias online di Yogyakarta menjamur. Para driver pun harus bersaing untuk mendapatkan pesanan. Agar mereka dapat melunasi cicilan kendaraan dan memenuhi kebutuhan hidup.

Giraldus Aditya, driver Grab Car, mengaku mencicil mobil untuk keperluannya melayani penumpang. Ia pun menargetkan harus bisa meraup Rp1,2 juta per pekan. Bila dihitung, dalam sebulan, ia harus mengantongi penghasilan di atas Rp4 juta.

"Untuk uang cicilan biasanya Rp2 juta per bulan. Tapi yang paling aman ya menyiapkan uang di atas Rp4 juta. Buat jaga-jaga kalau ada kerusakan mesin atau kejadian di jalan," kata Aditya di kawasan Depok, Sleman, Yogyakarta, Jumat 20 Oktober 2017.

Aditya menargetkan menerima tujuh trip setiap hari. Saat ramai, pesanannya banyak. Namun saat sepi pesanan, ia harus memutar otak.

"Kalau sepi, ya mobilnya saya sewakan," lanjut Aditya.

Pernyataan senada juga disampaikan Sandi Wijaya, driver Grab Bike. Penghasilannya tak menentu. 

Manajemen mewajibkan pesanan minimal yaitu 5 trip setiap hari. Namun Sandi harus bekerja keras agar bisa memenuhi targetnya sendiri yaitu 8 trip.

Ia mengaku penghasilan rata-ratanya setiap bulan yaitu Rp2 juta. "Selain ongkos yang dibayarkan, saya juga mendapat promo dan bonus," ujar Sandi di Jalan Getayan, Sleman.

Dengan pendapatan itu, ia mengaku cukup memenuhi kebutuhan hidup. Tapi ia harus kerja keras.

Ia mengaku pernah sakit lantaran kelelahan. Tapi itu bukan masalah baginya. Sebab ia memiliki usaha sampingan dan tak memiliki cicilan apapun.

"Mungkin terlalu memaksakan, kondisi fisik drop beberapa hari 4 hari," lanjut Sandi.

Lain lagi dengan Benediktus Ari, driver Go-car. Ia justru menganggap profesi barunya itu lebih menghasilkan pendapatan yang lebih baik. Saat masih menjadi karyawan di industri kerajinan, ia mendapat honor Rp3 juta per bulan.

"Tapi sekarang jadi driver Go-car, saya bisa mengumpulkan uang Rp4,5 juta sampai dengan Rp5,5 juta per bulan. Tapi penghasilannya tergantung pada konsistensi. Diusahakannya ya segitu," terang Ari.

Ari mengaku belum memiliki mobil meski sudah setahun menjadi driver. Ia masih menyewa mobil. Jadi ia menggunakan sebagian pendapatannya untuk menyewa mobil yang tarifnya mencapai Rp4 juta per bulan. Namun demikian, ia mengaku nyaman mengerjakan profesi itu.

"Kalau saya sih merasakan semua dari personal driver sendiri, kan kebutuhan tiap orang beda. Tapi sebenarnya lebih asik jadi driver online,  pressure yang dihadapi cuma diri sendiri," katanya. 


(RRN)