Mabes Polri Lakukan 'Jemput Bola' Rekrut Anggota

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 30 Oct 2017 19:59 WIB
polri
Mabes Polri Lakukan 'Jemput Bola' Rekrut Anggota
Kepala Biro Dalpers SDM Mabes Polri, Brigadir Jenderal Sudarsono saat membuka Diklat Tunas Unggul Handayani di Kantor BKPPD Gunungkidul, MTVN - Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Gunungkidul: Mabes Polri melakukan jemput bola ke daerah untuk merekrut anggota. Pengrekrutan dilakukan pertama kali di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Salah satunya tujuannya agar masyarakat memiliki keterwakilan dan mengurangi potensi penipuan. Program ini wujud kerja sama Mabes Polri lewat Polda DIY dan Pemerintah Gunungkidul dalam bidang pembinaan sumber daya manusia dan pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat pada 3 Oktober 2017 lalu. 

Dari program itu, ada sekitar 167 pendaftar. Sebanyak 40 orang siswa lolos seleksi yang terdiri dari 28 laki-laki dan 12 perempuan. 

Para siswa yang lolos kemudian mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tunas Unggul Handayani di Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), Gunungkidul pada Senin, 30 Oktober 2017. 

"Kami melakukan rekrutmen proaktif. Selama ini menerima pendaftaran. Lebih efektif jika langsung memilih langsung orang berkualitas," ujar Kepala Biro Dalpers SDM Mabes Polri, Brigadir Jenderal Sudarsono saat membuka Diklat Tunas Unggul Handayani di Kantor BKPPD Gunungkidul pada Senin, 30 Oktober 2017. 

Ia menjelaskan, para siswa akan menjalani Diklat sesuai dengan yang diagendakan. Sebagai proses seleksi awal dengan langsung ke daerah itu, ia yakin akan bisa menghasilkan SDM yang baik. Menurut dia, upaya penjaringan anggota hingga wilayah perbatasan dan pesisir selama ini belum memenuhi keterwakilan. 

Selain itu, kata dia, proses perekrutan anggota sistem tersebut akan dikembangkan di seluruh Polda di Indonesia. Ia juga mengungkapkan Polri hendak menghilangkan images menjadi polisi harus membayar. 

"Kita akan menindak orang-orang yang melakukan penipuan atas nama kepolisian. Biasanya memang pendaftaran polisi soal masalah biaya, anggaran, dan sebagainya. Kami memilih calon-calon berkualitas tak hanya dari perbatasan, tapi juga di perkotaan," ungkapnya.  

Kepala Polda DIY, Brigadir Jenderal Ahmad Dofiri mengklaim sudah tak mendapat laporan penipuan terkaity pendaftaran anggota kepolisian di DIY. menurut dia, dua atau tiga tahun lalu masih ada modus penipuan dengan menjanjikan bisa masuk anggota kepolisian. 

"Jangan sampai ada pengaruh dan bujuk rayu. Tahun ini semakin bagus, tidak ada komplain. Tesnya jelas, hari ini tes, hari ini diumumkan. Saya tidak tahu menahu. Saya tahunya, si A bisa lolos, yang mengetahui panitia. Kembali ke masing-masing calon untuk menyiapkan diri dengan baik," kata dia. 



(RRN)