15 Daerah Jateng Masuk Zona Merah Kemiskinan

Rhobi Shani    •    Selasa, 20 Sep 2016 13:21 WIB
kemiskinan
15 Daerah Jateng Masuk Zona Merah Kemiskinan
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi memukul kentongan sebagai tanda mulainya Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), Selasa (20/9/2016). (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)

Metrotvnews.com, Jepara: Hingga Maret 2016, angka kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah mencapai 4,057 juta jiwa atau 13,32 persen dari total penduduk. Warga miskin itu tersebar di 15 daerah di antero Jateng. Pemprov mengklaim telah menyiapkan jaminan kesehatan untuk warga miskin yang tak tersentuh program pusat.

Demikian disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutan yang dibacakan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat membuka Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reg.97 di Desa Beringin, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Selasa, 20 September.

Dalam pidato yang dibacakan itu, Ganjar menyebut, 12.764 warga miskin Jateng tidak mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Mereka bakal mendapat bantuan melalui Kartu Jateng Sejahtera. Mulai Oktober, KJS sudah mulai bisa digunakan.

Berkait dengan program TMMD, gubernur dan bupati menyambut baik program tersebut. Diharapkan dengan adanya kegiatan TMMD dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Terutama masyarakat di pedesaan.

"Contohnya, jalan menuju ke lokasi pertanian diperbaiki. Dengan begitu aktivitas petani lebih mudah. Jalur ekonomi menjadi meningkat," imbuh Bupati Marzuqi.

Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Inf. Ahmad Basuki menyebut mengerahkan seluruh alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang dimiliki TNI. Itu seperti traktor, pompa air dan alat tanam padi Indojarwo untuk TMMD kali ini.


(SAN)