Rekor MURI Mendongeng Terpecahkan di Pekalongan

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 07 Oct 2016 11:42 WIB
pecahkan rekor muri
Rekor MURI Mendongeng Terpecahkan di Pekalongan
Warga Pekalongan pecahkan rekor mendongeng. Foto: Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Pekalongan: Pemerintah Kota Pekalongan. Jawa Tengah, memecahkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) untuk kategori mendongeng dengan peserta terbanyak, yakni 2.119 peserta dengan menggunakan busana batik, di Lapangan Mataram, kemarin. Peserta berasal dari kalangan guru pendidikan anak usia dini hingga SMA.

Eksekutif Manajer MURI, Sri Widayati, mengatakan jumlah itu melebihi target awal peserta yang semula 2.016 orang. Capaian ini mengalahkan rekor mendongeng sebelumnya di Wonosobo, yakni diikuti 1.800 orang pada 27 Oktober 2015.

"Pemecahan rekor MURI ini resmi kami catat di MURI sebagai rekor yang ke-7.618," Kata Widayati.

Kota Pekalongan bukan kali pertama mencatatkan rekor MURI. Seperti, meraih rekor dengan menciptakan selendang batik sutra terpanjang (100 meter), membatik payung sutra terpanjang 1.000 (payung), merakit lampu Soft Light (SL) dengan  peserta terbanyak (1.016 peserta), cup teh terbesar, instansi pemerintah yang menggunakan aplikasi OSS terbanyak (18 aplikasi), dan menghias barang bekas dengan kain perca batik terbanyak (10.119 peserta). Selain itu, memecahkan rekor marching band dengan mayoret tertua.

Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djuniad mengatakan rekor ini diberikan untuk warga masyarakat Kota Pekalongan khususnya bagi para guru. “Penghargaan ini untuk masyarakat Kota Pekalongan," kata dia.

Arslan mengatakan kegiatan mendongeng akan terus digalakkan agar menumbuhkan persepsi yang baik. “Rekor MURI ini simbolis saja," kata dia.
(UWA)