Standardisasi Biaya Umrah Diperlukan

Pythag Kurniati    •    Rabu, 23 Aug 2017 20:47 WIB
ibadah umrahkemelut first travel
Standardisasi Biaya Umrah Diperlukan
Kakanwil Kemenag Jateng Farhani. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Boyolali: Salah satu penyebab munculnya praktik penipuan biro perjalanan umrah adalah persoalan tarif. Ketiadaan standar baku tarif membuat agen perjalanan leluasa menawarkan paket murah yang acapkali berujung pada penipuan.

Karenanya, standardisasi biaya umrah perlu segera dibuat. Standardisasi biaya tersebut akan memberikan gambaran pada masyarakat. "Standardisasi, misalnya, untuk tiket pesawat berapa biayanya, makan selama umrah berapa dan lain sebagainya," ungkap Kakanwil Kemenag Jateng Farhani di Embarkasi Haji Donohudan, Rabu, 23 Agustus 2017.

Standardisasi tersebut, lanjutnya, membuat masyarakat memiliki gambaran dan bisa membandingkan. "Sekaligus berhati-hati memilih biro perjalanan umrah," imbuh dia.

Standarisasi juga akan menutup celah-celah biro umrah nakal memainkan harga. Meski kata dia, standarisasi tidak bisa memastikan seratus persen tidak ada biro umrah nakal.

"Sekalipun ada gambaran, standardisasi, kalau bironya nakal masyarakat tetap bisa menjadi korban. Artinya, tetap harus ada evaluasi biro perjalanan umrah," papar dia.

Merujuk data di Jawa Tengah, ada 4 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), 13 PIHK cabang, 18 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang berizin di Jawa Tengah dan 35 kantor cabang PPIU.

Seluruhnya, lanjut Farhani, menjalani akreditasi selama tiga tahun sekali. "Ini juga menjadi langkah mengevaluasi," kata dia.

Kakanwil Kemenag Jateng mengaku telah memerintahkan kepala bidang penyelenggaraan haji dan umrah untuk membangun sinergi dengan lembaga penegak hukum, seperti kepolisian. "Bisa dengan memberikan pembinaan pada biro-biro perjalanan umrah," pungkasnya.


(SAN)