Gairah Belajar Warga di Lima Desa Meningkat 200%

Akhmad Safuan    •    Jumat, 21 Apr 2017 13:12 WIB
semen indonesia
Gairah Belajar Warga di Lima Desa Meningkat 200%
Para ibu rumah tangga mengejar ketertinggalan dalam hal belajar dengan mengikuti Kejar Paket C -- MTVN/Achmad Sapuan

Metrotvnews.com, Rembang: Puluhan sepeda motor terparkir di halaman bangunan sederhana di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ketika dilongok ke dalam ruangan, nampak puluhan orang sedang tekun mendengarkan penjelasan seorang guru.

Sesekali terdengar riuh karena ada ungkapan lucu dalam proses ajar mengajar tersebut. Rata-rata warga yang ikut sekolah sudah tidak muda lagi. Namun, semangat mereka belajar kejar paket C sangat luar biasa.

Hal yang sama juga terlihat di kelas lain, kejar paket A dan B. Banyak remaja putus sekolah yang kembali bergairah menuntut ilmu. Mereka termotivasi untuk dapat bekerja di pabrik semen yang baru berdiri tidak jauh dari desa.

"Saya sebelumnya tidak berpikir sekolah lagi, karena sebagaimana orangtua kami, mereka petani sanggem yang hidup dari bercocok tanam di lahan Perhutani dengan sistem tumpang sari," kata Maryono, 24, siswa kejar paket C, Rabu, 19 April 2017.

Sebelum ada pabrik semen, kata Wandi, 25, pelajar lain, kebanyakan warga di desa hanya berpendidikan rendah. Sebab, ijazah tidak dibutuhkan untuk bekerja di sektor informal.

Selain sebagai tenaga penggarap perkebunan atau sawah, pada umumnya mereka merantau ke kota menjadi buruh bangunan. Namun, kini harapan baru bermunculan.

Berdirinya pabrik semen telah memberikan ruang terbukanya mata pencarian baru. Maka, di sela kesibukan rutin sebagai petani, warga berbondong-bondong sekolah untuk mendapatkan ijazah.

"Kalaupun tidak diterima di pabrik semen, setidaknya kami bisa mencari pekerjaan lain dengan berbekal ilmu dari belajar," tambah Wandi.

Dwi Joko Supriyanto, guru di Desa Tegaldowo, mengatakan, pabrik semen di Rembang telah memberikan cakrawala baru dunia pendidikan bagi warga di lima desa di sekitarnya, yakni Tegaldowo, Kadiworo, Kajar, Timbrangan, dan Pasujan. Gairah belajar warga meningkatan hingga 200% jika dibandingkan dengan sebelum pabrik semen berdiri.

Saat ini, lanjut Dwi, ada 900 warga ikut belajar. Pelajar sekolah formal terdiri dari dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) pun lebih bersemangat.

Jika sebelumnya, di tengah-tengah kesulitan ekonomi, harapan mendapatkan pendidikan lebih tinggi hanyalah mimpi. Kini, mereka bersemangat karena ada beasiswa dari PT Semen Indonesia. Setiap tahunnya jumlah beasiswa yang diberikan terus meningkat.

Jumlah penerima beasiswa untuk SD-SLTA periode 2015-2016 mencapai 300 orang. Tahun 2017, akan ditingkatkan lagi, terutama untuk siswa dari keluarga miskin dan siswa berprestasi.


(NIN)