Jalur KA Madiun dan Ngawi Masih Rawan Longsor

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 11 Apr 2018 10:25 WIB
longsor
Jalur KA Madiun dan Ngawi Masih Rawan Longsor
Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro saat melakukan inspeksi KA di Stasiun Tugu Yogyakarta Selasa malam, 10 April 2018. (Medcom.id-Ahmad Mustaqim)

Yogyakarta: PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan pengamanan jalur perjalanan KA selama arus mudik lebaran 2018. Hal itu lantaran sejumlah jalur perjalanan KA ditengarai masih rawan. 

"Untuk wilayah Daop VI (Yogyakarta) titik rawan sepertinya tidak ada. Tapi di Daop VII (Madiun) ada sekitar dua titik (di wilayah Madiun-Ngawi), rawan longsor dan ambles," kata Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro saat inspeksi KA di Stasiun Tugu Yogyakarta Selasa malam, 10 April 2018. 

Edi mengatakan, PT KAI selalu memantau semua jalur perjalanan KA, baik jalur utara maupun selatan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan semua jalur perjalanan KA siap menyambut operasi selama lebaran. 

"Nantinya posko operasi lebaran kita lakukan selama 22 hari, mulai 2-26 Juni 2018," lanjutnya. 

PT KAI, kata dia, mengutamakan keselamatan perjalanan. Perusahaan BUMN ini berusaha memastikan tak kan ada insiden kecelakaan KA selama mudik lebaran. 

"Yang pasti kita target capai zero accident. Tidak ada kejadian istimewa terjadi," ujarnya.

Ia menambahkan, kenaikan penumpang untuk lebaran 2018 sekitar empat persen dari tahun 2017. Pemudik akan banyak dari Jakarta tujuan Bandung, Surabaya, Solo, Yogyakarta, dan Purworejo. 

"Untuk tiket perjalanan kereta yang tanggal-tanggal dekat lebaran sudah habis," katanya. 

PT KAI juga melakukan penambahan 40 perjalanan KA. Lalu, akan ada KA baru tahun ini dan sudah diprogramkan 10 tahun train set. Sebanyak enam train set sudah berjalan, dan sisanya akan menyusul. 

Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta, Eko Budianto menambahkan wilayahnya mendapat tambahan tiga KA baru untuk menggantikan Taksaka, Taksaka Pagi dan Taksaka Malam. 

"Masih ada satu lagi train set kereta api Mataram premium. Itu dari Lempuyangan ke Pasar Senen, kapasitas mencapai 800-an lebih," ujarnya. 

Menurut dia, 40 perjalanan KA tambahan merupakan peremajaan dengan menambah fasilitas seperti televisi; dan toilet yang lebih bagus dan higenis. "Ketersediaan tiket mulai 5 Juni untuk kereta api tanggal 17 sampai 24 Juni tipis," jelasnya.  


(ALB)