Operasional Bandara NYIA Terancam Molor

Ahmad Mustaqim    •    Minggu, 01 Jul 2018 13:04 WIB
bandara
Operasional Bandara NYIA Terancam Molor
Petugas gabungan membersihkan lahan untuk pembangunan Bandara NYIA di Kulonprogo, Kamis, 28 Juni 2018, Ant - Andreas Fitri Armoko

Yogyakarta: Pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, diperkirakan kembali molor. Target operasional yang semula dipatok April 2019 terancam mundur hingga 2020. 

Meski pihak PT Angkasa Pura I mengklaim pembebasan lahan telah usai, masih ada warga terdampak yang menyatakan tak menjual tanahnya. Bagi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, proses pembangunan tetap berlanjut. 

"(Pembangunan konstruksi) mungkin dalam bulan Juli atau paling lambat Agustus akan mulai," ujarnya saat di kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Sabtu, 30 Juni 2018. 

Dengan demikian, Menteri Budi memperkirakan operasional bandara NYIA tak bisa pada 2019. Menurut dia, realisasi operasional bandara bisa 2020. 

"Target (pembangunan bandara selesai) tidak bisa memaksakan. Kami harus realistis dengan kondisi yang ada," katanya. 

Ia menambahkan, transportasi pendukung bandara NYIA tengah dalam proses desain. Salah satunya yakni jalur kereta api. Ia berkata kereta api akan dibangun dari Yogyakarta langsung ke bandara. 

Sementara itu, kuasa hukum warga penolak bandara Kulon Progo, Teguh Purnomo menjelaskan ada sekitar 30 rumah warga yang masih berdiri di area bandara. Rumah tersebut terdapat sekitar 86 kepala keluarga. 

Teguh menyampaikan, kliennya menolak menerima ganti rugi konsinyasi penjualan lahan karena cacat hukum. "Yang warga harapkan, mereka tetap bertahan di rumah (terdampak bandara) mereka," ujarnya. 



(RRN)