Lahan Terendam Air, Petani di Kulon Progo Menganggur

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 25 Nov 2016 14:17 WIB
banjirlongsor
Lahan Terendam Air, Petani di Kulon Progo Menganggur
Area pertanian di Kecamatan Temon, Kulon Progo yang tergenang air. Foto-foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Sejumlah area pertanian di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, terendam air. Genangan ini diakibatkan tingginya intensitas hujan dan cuaca buruk di wilayah DIY dalam beberapa hari terakhir.

Pantauan Metrotvnews.com, sebagian besar area persawahan di Kabupaten Kulon Progo tergenang air. Debit air di sungai-sungai pun bertambah, tampak keruh, dan mengalir deras. Selain itu, saluran-saluran irigasi sebagian sudah tak mampu menampung debit air.

Kejadian yang cukup parah berada di Desa Kebonrejo, Kecamatan Temon. Petani di desa ini tak bisa menanami sawahnya lantaran lahannya tergenang.

"Saya tidak bisa menanami lahan. Sawahnya tergenang air," kata Supardi, petani dari Desa Kebonrejo, Jumat (25/11/2016).



Supardi mengungkapkan, banyak tetangganya yang tak bisa bercocok tanam. Warga, kata dia, memilih menunggu debit air berkurang untuk kembali menggarap lahan.

"Belum tahu kapan air di sawah berkurang. Hujan hampir terjadi setiap hari," ujarnya.

Baca: Tanggul Sungai Seling di Kulon Progo Ambrol

Tak hanya lahan pertanian, banjir juga membuat rumah Supardi tergenang. Ia menyebutkan, separuh dari tiga ton gabahnya basah.

Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko, mengaku tak tahu ada petani yang tak bisa bercocok tanam akibat lahannya tergenang. "Tidak ada (laporan) lahan pertanian tergenang," ujarnya.

Namun, kata dia, bagi petani yang lahannya tergenang, bisa memanfaatkan pompa air. Kemudian, petani bisa memilih tanaman padi yang tahan dengan kondisi air melimpah. 

"Air berlebihan memang tidak baik buat pertanian," ucap Sasongko.



(UWA)