2017 Tak Ada Lagi Lokalisasi di Tegal

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 30 Nov 2016 17:50 WIB
prostitusi
2017 Tak Ada Lagi Lokalisasi di Tegal
Lokalisasi di Cileungsi, Kabupaten Bogor, dibongkar. Foto: MI/Dede Susianti

Metrotvnews.com, Tegal: Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal menargetkan penutupan lokalisasi atau tempat prostitusi pada 2017. 

Saat ini Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tegal tengah mendata jumlah pekerja seks komersial (PSK) di beberapa tempat di Kabupaten Tegal. 

Penutupan ini, selain untuk mengurangi penularan penyakit HIV/AIDS, juga untuk melaksanakan program "Indonesia Bebas Prostitusi 2019".

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Asistensi Sosial, Dinsos Tegal, Faticha, mengatakan, total PSK di Tegal sebanyak 440 orang. Mereka tersebar di empat lokalisasi di Pantura. Antara lain, di Peleman Desa Sidaharjo, Kecamatan Suradadi, sebanyak 280 orang; di Gang Sempit Desa Maribaya, Kecamatan Kramat, sebanyak 80 orang; di Wandan Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, sebanyak 65 orang; dan di Turunan Desa Maribaya, Kecamatan Kramat, sebanyak 15 orang.

"Setelah didata, para PSK itu akan dibina dan diberikan pelatihan keterampilan," ujarnya.

Pelatihan keterampilan yang akan diberikan antara lain tata rias, tata boga, menjahit, dan beberapa pelatihan lain. "Kalau pelatihan keterampilan bergantung kebutuhan. Kami belum bisa memastikan," kata dia.

PSK juga akan mendapat bantuan Rp5,1 juta per orang. Bantuan diberikan untuk usaha ekonomi produktif (UEP) Rp3 juta, jaminan hidup Rp1,8 juta, dan biaya pulang ke rumah asal Rp300 ribu. Bantuan dikirim langsung ke rekening masing-masing PSK.

"Bantuan itu dari pemerintah pusat, kalau pemda belum menganggarkan," kata dia.

Pengurus Tempat Prostitusi Peleman, Ozin, mengaku belum mendapatkan informasi penutupan lokalisasi. 

"Saya belum terima surat rencana penutupan lokalisasi," kata dia.


(UWA)