Awas, Banyak Dokumen Palsu Keraton Yogyakarta

Patricia Vicka    •    Selasa, 29 Nov 2016 09:42 WIB
keraton yogyakarta
Awas, Banyak Dokumen Palsu Keraton Yogyakarta
Sri Sultan Hamengku Buwono X (dua kiri) dan Pakualam X. (Ant/Andreas Fitri Atmoko)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Aset Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat banyak bertebaran di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Ironisnya, banyak oknum memalsukan dokumen aset tersebut. Akibatnya, aset kepemilikan keraton yang dipimpin Sri Sultan Hamengku Buwono X itu menyusut 30 hektare.

Fakta ini disampaikan Penghageng Kawedanan Hageng Panitra Puro Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono. Dia bilang, banyak masyarakat tertipu akibat pemalsuan.

Misalnya, pemalsuan surat kekancingan atau perjanjian hak pakai tanah keraton. Modusnya, sebagian oknum keraton memalsukan tanda tangan dari pihak pemberi surat kekancingan yakni, Panitikismo.

"Banyak yang memalsukan tanda tangan Gusti Hadiwinoto sebagai Panitikismo. Mereka scan tanda tangan lalu diletakkan di surat kekancingan," bebernya saat rapat dengar pendapat Rancangan Peraturan Daerah Keistimewaan tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan tanah Kasultanan dan Kadipaten di DPRD DIY, Senin (28/11/2016). 


GKR Condrokirono (baju putih) beberkan adanya surat kekancingan palsu dalam rapat dengar pendapat di DPRD DIY.

Juga ada beberapa oknum yang memalsukan sertifikat tanah kesultanan dari hak guna bangunan (HGB) menjadi sertifikat hak milik (SHM). 

Sejauh ini pihak keraton baru menerima aduan dari masyarakat adanya dua surat kekancingan yang dipalsukan. Namun ia enggan menjelaskan daerah rinci tanah yang dipalsukan. Dirinya juga tidak tahu pihak mana yang memalsukan tanda tangan Panitikismo tersebut. 

"Saya menemukan di wilayah kabupaten, tapi tidak bisa saya jelaskan secara rinci. Saya juga tidak tahu oknum mana yang memalsukan," tutur putri kedua Sri Sultan Hamengku Buwono X ini. 

Akibat adanya sertifikat palsu ini, dirinya mengaku luasan tanah kesultanan kini berkurang drastis sekitar 30 hektare. 

Ia yakin dengan adanya Perdais pemanfaatan dan pengelolaan tanah Kasultanan dan Kadipaten Pakualam nantinya dapat mengungkap keaslian sertifikat tanah yang dimiliki seseorang. Juga mencegah makin banyaknya rakyat menjadi korban penipuan. 


(SAN)