Sulit Diberantas, Ganjar Bermaksud Legalkan Pungutan Liar di Samsat

Deo Dwi Fajar Hari    •    Rabu, 05 Oct 2016 15:15 WIB
pungutan liar
Sulit Diberantas, Ganjar Bermaksud Legalkan Pungutan Liar di Samsat
Ganjar Pranowo memantau Kantor Samsat Magelang, MTVN - Deo Dwi Fajar Hari

Metrotvnews.com, Magelang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui sulit memberantas praktik pungutan liar. Ia pun memutar otak untuk melegalkan praktik tersebut agar pungutan liar tak kian meresahkan.

Rabu 5 Oktober, Ganjar mendatangi Kantor Samsat Magelang, Jateng. Ganjar menemukan laporan soal pungutan liar di Samsat Magelang. 

Sugiharto, seorang warga, mengaku menjadi korban pungutan liar. Seseorang meminta uang Rp50 ribu untuk membantu Sugiharto lebih mudah mengurusi uji fisik kendaraan. Sugiharto keberatan lantaran aturan menyebutkan pengurusan pelat nomor kendaraan gratis.

Mendengar laporan itu, Ganjar mengaku tak bisa menyalahkan oknum. Sebab, secara tak langsung, warga juga mengamini praktik ilegal itu untuk mempermudah urusan.

"Di depan kantor ada tulisan semua urus sendiri lebih cepat. Nah, ternyata urus sendiri saja masih ada yang belum bisa bersepakat," kata Ganjar.

Ganjar mengakui tak mudah memberantas praktik tersebut. Lantaran itu ia berkoordinasi dengan kepolisian untuk memberanguskan praktik tersebut.

"Saya punya program melegalkan pungutan liar," ungkap Ganjar.

Maksudnya, ujar Ganjar, menjadikan calo di kantor Samsat sebagai badan usaha yang dikenai pajak. Setiap tarif pungutan pun ditentukan sesuai peraturan daerah.

"Saya tiap hari dapati laporan (praktik pungli) seperti ini. Sulit diubah," jelas Ganjar.


(RRN)