14 Kecamatan di Pemalang Rawan Banjir & Longsor

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 30 Sep 2016 19:01 WIB
longsor
14 Kecamatan di Pemalang Rawan Banjir & Longsor
Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Pemalang: Memasuki musim hujan dengan cuaca ekstrim, tujuh Kecamatan di wilayah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, berpotensi longsor dan tanah bergerak.

Tujuh kecamatan itu antara lain adalah Pulosari, Belik, Watukumpul, Bodeh, Bantarbolang, Randudongkal, dan Moga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Wismo, mengatakan ketujuh kecamatan itu rawan longsor karena berada di perbukitan dengan tingkat kemiringan sedang hingga curam.

“Itu berdasarkan surat dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG),” kata Wismo saat dihubungi, Jumat (30/09/2016).

Wismo mengimbau masyarakat yang wilayahnya rawan longsor agar segera menutup rekahan-rekahan tanah. Sebab, jika tidak segera ditutup akan mempercepat terjadinya longsor.

“Selain itu gerakan reboisasi juga harus digalakkan agar hutan tidak gundul dan bisa mengantisipasi tanah longsor. Agar peristiwa tanah longsor di Watukumpul dua tahun silam tidak terulang,” tambahnya.

Wismo juga menyampaikan daerah yang berada di alur Sungai Comal, seperti Kecamatan Watukumpul, Bodeh, Ampel Gading, Ulujami, Comal, dan Petarukan, merupakan daerah banjir.

“Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang juga masuk dalam daerah rawan banjir karena adanya pendangkalan Sungai Srengseng dan Sungai Palang. Antisipasi sementara, warga diimbau membuat bantalan tanah dalam karung di bantaran sungai,” ujar Wismo.

Pihak BPBD menetapkan status siaga bencana hingga empat bulan ke depan, mengingat saat ini curah hujan sangat tinggi. Pihaknya juga sudah menyiapkan sarana dan prasarana, termasuk logistik di kantor induk BPBD Kabupaten Pemalang.


(UWA)