Korban Malapraktik Klinik Muhammadiyah Tempuh Jalur Hukum

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 03 Oct 2016 15:53 WIB
malapraktik
Korban Malapraktik Klinik Muhammadiyah Tempuh Jalur Hukum
Ahmad Januar As'ari, anak korban dugaan malapraktik di Klinik Muhammadiyah, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kaltim. (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Keluarga korban dugaan malapraktik Klinik Muhammadiyah, Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur bakal menempuh jalur hukum. 

"Kalau di PP Muhammadiyah tak memperoleh solusi, kami mungkin akan laporan polisi," kata kuasa hukum keluarga Humaidah dari LBH SIKAP Balikpapan, Ebin Marwi saat ditemui di PP Muhammadiyah di Jalan Cik Di Tiro Yogyakarta.

Dugaan malapraktik dialami Humaidah seusai memasang alat kontrasepsi setelah melahirkan di Klinik Muhammadiyah pada 2011. (Baca: Klinik Malapraktik, Muhammadiyah Diminta Tanggung Jawab)

Ebin mengatakan, kliennya telah mediasi dan minta pertanggungjawaban ke Klinik Muhammadiyah Tanah Grogot. Tetapi, tak memperoleh respons baik dan tak ada kelanjutan pengobatan pada Humaidah.

Ia menjelaskan, kedatangannya ke PP Muhammadiyah bersama putra Humaidah, Ahmad Januar As'ari, untuk meminta penjelasan. "Lapor polisi bukan inti yang kami harapkan. Klien kami berharap ada bantuan pengobatan," ujarnya.

Januar mengungkapkan, keluarganya telah habis ratusan juta rupiah untuk perawatan sang ibu. Bahkan, lanjutnya, sejumlah barang di rumahnya sebagian besar telah dijual.

"Keluarga ada usaha bengkel. Apa yang bisa kami jual dari bengkel, sudah kami jual. Kira-kira kami sudah habis ratusan juta rupiah untuk ibu," kata dia.

Ketua Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial PP Muhammdiyah, Agus Taufiqurrohman mengatakan surat aduan dari keluarga Humaidah telah diterima pada Sabtu, 1 Oktober. 

Agus hanya menjawab diplomatis soal aduan itu. "Dalam teknis medis, di dunia kedokteran ada prosedurnya," ujar Agus.

Wakil Ketua Majelis Palayanan Kesehatan PP Muhammadiyah, Slamet Budiarto menyilakan keluarga Humaidah menyampaikan aduan ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Timur.

Menurut dia, aduan itu bakal ditindaklanjuti Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDI).

Humaidah diduga menjadi korban malapraktek dokter Klinik Muhammadiyah Kecamatan Tanah Grogot, pada 2011. Dugaan malpraktek itu terjadi saat Humaidah menjalani operasi KB Steril yang dilakukan dokter Klinik Muhammadiyah itu.

Dua jam usai operasi Humaidah sesak nafas, kejang-kejang, dan nadinya sempat tak berdetak. Humaidah diduga mengalami gangguan pada otaknya.

Ibu beranak lima itu sempat dirawat di RSUD Kanujoso Jatiwiboso Balikpapan empat bulan. Setelahnya, ia hanya mendapat perawatan di RSUD Paser tanpa mendapat pengobatan.


(SAN)