Kerbau yang Terkena Bom Paku Mati, Ini Penyebabnya

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 02 Nov 2016 14:54 WIB
bom meledak
Kerbau yang Terkena Bom Paku Mati, Ini Penyebabnya
Tim Labfor Polda Jawa Tengah saat memeriksa kerbau yang mati usai injak bom. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Bantul: Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah bersama Polres Bantul mendatangi kerbau yang mati setelah menginjak bom di Desa Sumber Karangnongko, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Rabu 2 November 2016. Sejumlah anggota tim langsung memeriksa setiap sudut anggota badan kerbau jantan itu.

Dari pemeriksaan, tim Labfor masih menemukan sejumlah paku yang tertancap di badan kerbau. Kendati selesai memeriksa, tim Labfor belum bisa memberikan simpulan.

"Hasil pemeriksaan akan didalami lebih lanjut. Kami akan bantu dalami dengan memeriksa saksi-saksi dan informasi sebagai pendukung," kata Kepala Satuam Reserse Kriminal Umum Polres Bantul, AKP Anggaito Hadi Prabowo.

Sementara itu, dokter hewan Puskesmas Jetis yang sempat memeriksa kerbau, drh. Sinta Dewi, mengatakan kerbau milik Bardi mati dalam kondisi memprihatinkan. Sebab, kerbau tersebut diduga mati akibat tusukan lebih dari 50 paku.

"Banyak yang menancap di perut dan kaki. Kondisi (paku) sebagian sudah berkarat," kata Sinta.

Ia tak bisa menyampaikan secara spesifik penyebab kematian kerbau. Menurutnya, bisa saja ada paku yang menancap hingga organ dalam. Meskipun, kata dia, harus dilihat menggunakan proses medis.

"Kemarin sudah diberikan suntikan antibiotik dan vitamin. Mungkin ada kandungan kimia lainnya yang menyebabkan kerbau mati," kata dia.

Seekor kerbau menginjak bom yang diduga hasil rakitan di Bantul, Selasa 1 November. Akibatnya, kerbau mengalami luka karena material paku dan logam menancam di sekujur tubuhnya. Tim Gegana Polda DIY kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Dugaan sementara, bom yang meledak merupakan hasil rakitan.

Kerbau milik Bardi Barto Atmojo mati di kandang di Pedukuhan Sawahan, Sumberagung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, sekitar pukul 23.00 WIB tadi malam.


(UWA)