Ratusan Anak ikut Sunatan Massal Masjid Agung Kendal

Iswahyudi    •    Jumat, 01 Sep 2017 03:48 WIB
iduladha 2017
Ratusan Anak ikut Sunatan Massal Masjid Agung Kendal
Salah satu peserta sunatan massal di Masjid Agung Kendal jelang 10 Dzulhijah. Foto: MTVN/Iswahyudi

Metrotvnews.comKendal: Beragam cara mereka untuk menahan sakit saat dikhitan. Ada yang menutup wajah dengan peci atau berteriak hingga menangis, memeluk ibu atau ayahnya.

Untuk meredam ketakutan ratusan anak-anak, pengurus Masjid Agung Kendal, Jawa Tengah, memutar film melalui layar proyektor. 109 anak ini dipanggil satu-persatu, ke dalam ruang kelas sebuah sekolah di komplek Masjid Agung untuk dikhitan.

Di dalam ruang kelas yang disulap menjadi klinik khitan dadakan ini, suara  jeritan dan  tangisan mulai menggema dan terdengar dari seluruh peserta khitanan massal. Ada yang berani dan tidak menangis, tak sedikit yang meraung.

Bahkan ada juga yang berontak saat petugas medis hendak mengkhitan, membuat mereka kewalahan dan meminta keluarganya untuk menenangkannya. Keluarga terpaksa memegang kaki sang anak agar tidak mengganggu proses khitan.

Suasana itulah yang terlihat saat sunatan massal di Masjid Agung Kendal Kamis  31 Agustus 2017 malam. Menurut salah satu peserta khitan masal, Muhamad Trias Hasanudin, sakit hanya dirasakan saat  disuntik bius saja. Ia mengaku senang bisa ikut sunatan massal dan mulai menjalakan kewajibannya sebagai lelaki dewasa.

“Rasanya  sakit saat disuntik bius. Kayak digigit  semut” kata  Muhamad Trias
 
Peserta khitanan massal kali meningkat dibanding tahun sebelumnya hanya 107  peserta.  Panitia khitanan massal Masjid Agung Kendal, KH Moh Ubaidi mengatakan, panitia terpaksa menutup pendaftaran karena jumlah pendaftar terus meningkat.

“Ada peningkatan  peserta di banding pada tahun  sebelumnya. Nanti setelah dikhitan  anak di karantina  di masjid dengan pengawasan tim medis, pagi hari akan di serahkan pada orangtuanya” kata KH Moh Ubaidi.
 
Khitanan massal ini rutin dilaksanakan takmir Masjid Agung. Peserta khitanan massal tidak  dipunggut biaya. Peserta bahkan berasal tidak hanya dari kecamatan kota Kendal, melainkan juga dari kecamatan lain di kabupaten Kendal.


(SUR)