Bersiap, Akhir September DIY Masuk Musim Pancaroba

Patricia Vicka    •    Rabu, 13 Sep 2017 13:06 WIB
musim pancaroba
Bersiap, Akhir September DIY Masuk Musim Pancaroba
Ilustrasi -- ANT/Muhammad Adimaja

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY memperkirakan, musim pancaroba terjadi pada pertengahan September 2017. Beralihnya musim panas ke penghujan diperkirakan terjadi pada minggu ketiga September hingga minggu kedua Oktober 2017.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Joko Budiono menjelaskan, Kabupaten Sleman utara yang berada di lereng Merapi akan merasakan pancaroba terlebih dahulu. Kemudian, disusul wilayah Sleman bagian selatan, Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, Bantul dan Kabupaten Gunungkidul.

"Mulai dari lereng Merapi, karena angin pembawa hujan muncul dari sana. Gunungkidul terakhir merasakan musim pancaroba," jelas Joko, Rabu 13 September 2017.

Menurut Joko, awal musim pancaroba ditandai turunnya hujan dengan insensitas sedang pada siang atau sore hari selama beberapa waktu. Kemudian, intensitas hujan semakin sering dan besar.

"Selain itu, juga ditandai dengan hadirnya awan cumolonimbus yang berwarna abu-abu gelap. Awan itu pembawa hujan," kata Joko.

Joko memperkirakan, musim hujan tahun ini intensitasnya tidak selebat tahun lalu. Musim hujan tahun lalu sangat lebat karena dipengaruhi El Nina.

Selama musim kemarau dan pancaroba, BMKG memprediksi gelombang laut selatan masih tinggi, berkisar 3-4 meter. Hal ini dipengaruhi adanya pergerakan angin muson timur dari Australia menuju Asia.

"Gelombang terus tinggi sampai masuk musim penghujan. Ketika masuk musim penghujan, tinggi gelombang kembali normal sekitar 1,5-2 meter," pungkas dia.

BMKG mengimbau masyarakat agar bersiap diri menghadapi musim pancaroba. Ia juga meminta nelayan lebih berhati-hati saat melaut.


(NIN)