Seluruh Jemaah Haji Asal DI Yogyakarta Tiba di Indonesia Pekan Ini

Patricia Vicka    •    Senin, 11 Sep 2017 14:45 WIB
haji 2017
Seluruh Jemaah Haji Asal DI Yogyakarta Tiba di Indonesia Pekan Ini
Ilustrasi -- ANT/Aloysius Jarot Nugroho

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Seluruh jemaah haji asal DIY akan tiba di Yogyakarta pekan ini. Gelombang pertama dijadwalkan tiba pada Kamis 14 September 2017.

Humas Kanwil Kemenag DI Yogyakarta Bramma Aji Putra mengatakan, gelombang pertama yang tiba berasal dari kelompok terbang (Kloter) 23 SOC dan 24 SOC. Kloter 23 SOC adalah jemaah dari Gunungkidul.

"Mereka akan tiba di Bandara Adisoemarno, Solo, sekitar pukul 06.10 WIB. Lalu, akan langsung ke Pendopo Pemkab Gunungkidul sekitar pukul 08.45 WIB," kata Bram melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Senin 11 September 2017.

Sementara, kloter 24 adalah jemaah dari Kota Yogyakarta. Kloter 24 SOC akan tiba di Solo sekitar pukul 15.00 WIB untuk selanjutnya diantar ke Balai Kota Yogyakarta menjelang magrib.

Gelombang kedua, tiba pada Jumat 15 September 2017, yakni kloter 25, 26, 27, dan kloter 28 yang berasal dari Kabupaten Sleman dan Bantul. Mereka diperkirakan tiba di Yogyakarta berurutan, mulai pukul 03.30 WIB, 07.20 WIB, 11.30 WIB, dan 13.30 WIB.

Sedangkan, gelombang terakhir yang tiba adalah kloter 29, 30, dan kloter 31 SOC. Mereka adalah jemaah campuran dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Batul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

"Mereka tiba pada Sabtu 16 September 2017. Estimasi sampai di Yogyakarta dari pukul 04.30 WIB, 14.00 WIB, dan 19.15 WIB," jelas Bram.

Seluruh haji asal DIY berjumlah 3.165 orang. Mereka terbagi dalam kloter 23 hingga 31.

Selama di Tanah Suci, jemaah haji DI Yogyakarta didampingi 24 Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dan 69 petugas kloter. Sehingga, total haji dari DI Yogyakarta tahun ini mencapai 3.258 orang.

Dari jumlah tersebut, tiga orang meninggal di Tanah Suci. Mereka adalah Kusnan Abdul Hakim dari kloter 30 asal Sleman, Supardi dari kloter 30 asal Sleman, dan Abdul Hadi Santoso kloter 25 asal Sleman.

Menurut Bram, ketiganya meninggal karena lanjut usia. "Penyakit tua, karena rata-rata berusia di atas 68 tahun. Mereka termasuk ke dalam kelompok rentan," lanjutnya.

Selain itu, terdapat dua orang sakit cukup parah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Satu orang sakit karena dehidrasi berat dan saat ini masih dirawat di RS King Abdulah. Sementara, satu lagi sakit stroke dan sedang proses pulang ke Indonesia.


(NIN)