Tiga Desa di Kendal Mulai Krisis Air Bersih

Iswahyudi    •    Sabtu, 26 Aug 2017 11:28 WIB
kemarau dan kekeringan
Tiga Desa di Kendal Mulai Krisis Air Bersih
Warga Wonosari, Patebon mengambil air bersih di sumur warga yang dijual Rp500/jeriken isi 20 liter. MTVN/Iswahyudi--

Metrotvnews.com.Kendal: Warga tiga desa, Wonosari, Bangunsari dan Kartika Jaya di Kecamatan Patebon, Kendal, Jawa Tengah, mulai krisis air bersih. Warga terpaksa membeli air bersih dari sumur yang masih tersisa. Jarak sumur hampir 2 kilometer. 

Sumber air satu-satunya yang digunakan warga tiga desa itu pun harus beli. Harganya Rp500/jeriken. Sumur yang dikelola desa ini juga tidak setiap saat melayani warga, hanya dua kali sehari sumur dibuka. Yakni pada pagi hari dan siang hari, selain itu warga tidak bisa mengambil air bersih ini.

"Karena debit airnya terus berkurang,” kata Kamsijah penjaga sumur, di Kecamatan Patebon, Sabtu 26 Agustus 2017.

Diakui warga sekitar, memasuki musim kemarau sumur milik warga mulai mengering. Jikapun ada, airnya tidak layak dikonsumsi karena berasa asin, sehingga warga terpaksa membeli air dari satu-satunya sumur itu.

“Setiap hari beli 4 jeriken untuk kebutuhan minum dan memasak, kalau pakai air sumur berbau dan asin karena sudah kering,” kata  Naskihin warga Wonosari.

Pemerintah Kabupaten Kendal sendiri belum menyalurkan bantuan air bersih ke desa tersebut, pasalnya belum ada permintaan dari warga untuk droping air. 

Kepala BPBD Kendal, Sigit Sulstiyo yang dihubungi mengatakan, baru satu desa yang sudah mengajukan droping air bersih yakni di Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, Kendal.


(ALB)