BBPOM Musnahkan Obat Berbahaya Senilai Rp1,7 Miliar

Budi Arista Romadhoni    •    Jumat, 13 Apr 2018 16:41 WIB
obat berbahaya
BBPOM Musnahkan Obat Berbahaya Senilai Rp1,7 Miliar
: Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang memusnahkan barang bukti obat berbahaya di Kontor BBPOM Semarang, Jumat 13 April 2018.

Semarang: Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang memusnahkan barang bukti pangan dan obat-obatan ilegal senilai Rp1,754 miliar di kantor BBPOM Semarang, Kamis, 13 April 2018. Barang bukti ilegal itu didapat dari lima kasus sepanjang 2017-2018.

“Kalau total selama 2017 kami menemukan 18 kasus pangan dan obat tanpa izin edar, sedangkan pada 2018 hingga sekarang ada lima kasus,” kata Kepala BBPOM Semarang Endang Pudjiwati, di kantornya, Jumat, 13 April 2018. 

Endang menyebut sejumlah barang bukti yang dimusnahkan yaitu 21 item obat tradisional ilegal, 58 item kemasan obat tradisional, pangan ilegal dan obat ilegal 1 item yang memiliki nilai miliaran rupiah. 

Pemusnahan secara simbolis menggunakan Incinirator atau alat pembakar sampah dengan suhu tinggi. Sisanya akan dimusnahkan di Cileungsi.

“Khusus obat, yakni jenis PCC didapat dari limpahan Bandara Ahmad Yani, yang akan dikirim ke Sampit, Kalimantan Tengah,” jelasnya.

Endang menyebut para tersangka yang diringkus tengah menjalani proses hukum. Tersangka kasus obat dan obat tradisional dinilai melanggar pasal 196 dan atau 197 UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, ancaman 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1,5 miliar. 

Sedangkan tersangka kasus pangan ilegal melanggar pasal 141 dan 142 UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan, ancaman 2 tahun penjara atau denda maksimal Rp 4 miliar.  

"Lima tersangka akan segera kami limpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah," kata Endang.



(ALB)