Belasan Pompa Air Disiagakan di Lokasi Banjir di Semarang

Mustholih, Budi Arista Romadhoni    •    Rabu, 05 Dec 2018 11:36 WIB
bencana banjir
Belasan Pompa Air Disiagakan di Lokasi Banjir di Semarang
Banjir di Kaligawe, Kota Semarang, Senin 3 Desember 2018, Medcom.id - Budi Arista

Semarang: Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, mengaktifkan 19 pompa air untuk mengatasi banjir di Jalan Kaligawe. Banjir kerap terjadi di Jalan Kaligawe saat air pasang dan hujan deras.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan BMKG memperkirakan curah hujan di akhir tahun bakal mencaoai 100 hingga 200 milimeter. Puncak hujan diperkirakan pada Januari 2019 dengan peningkatan curah hujan 300 sampai dengan 400 milimeter.

"Diperkirakan, musim hujan berlangsung hingga April 2019," kata Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu di Semarang, Rabu, 5 Desember 2018.


(Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memantau banjir di Kaligawe, Kota Semarang, Selasa, 4 Desember 2018, Medcom.id - Mustholih)

Jalan Kaligawe, ungkap Hendi, merupakan salah satu lokasi dengan dampak peningkatan curah hujan. Pompa air disiagakan di sekitar lokasi, seperti di belakang Terminal Terboyo, depan Masjid Ngilir, dan di bawah jembatan jalan tol.

Pemkot, lanjut Hendi, berupaya mengatasi banjir dengan membangun saluran gendong di jalan-jalan protokol. Saluran itu dibuat sejajar dengan saluran drainase.

"Kita sudah mulai tahun ini dengan membangun saluran gendong, crossing, peningkatan inlet serta drainase di Jalan Pahlawan sampai ke Jalan Achmad Yani dan Ahmad Dahlan," tegas Hendi.

Pemkot akan membangun 16 kilometer saluran gendong di Semarang. Hendi optimistis saluran gendong mampu mengatasi air hujan agar tidak meluber ke jalan raya.

Sementara itu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana Ruhban Ruzziyatno mengatakan banjir terjadi karena saluran air tersumbat. Ia pun berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Semarang untuk mengatasi masalah tersebut.

"Pemerintah Kota Semarang harus segera memperbaiki masalah drainase agar banjir dan genangan tak terja," ujar Ruhban.

Menurut Ruhban, drainase di pinggir jalan dalam kondisi tertutup. Di beberapa lokasi, drainase tersumbat sampah. Ada juga bangunan toko yang menutup aliran saluran air.

"Saat hujan seperti kemarin, sungai itu masih kosong. Airnya tidak banyak mengalir ke drainase. Artinya itu banyak yang ketutup," terangnya. 


(RRN)