LPSK Siap Dampingi Korban Pemerkosaan di KKN UGM

Patricia Vicka    •    Jumat, 09 Nov 2018 20:32 WIB
pemerkosaan
LPSK Siap Dampingi Korban Pemerkosaan di KKN UGM
Ketua LPSK RI Abdul Haris Semendawai di Yogyakarta, Jumat, 9 November 2018. Medcom.id/Patricia Vicka

Yogyakarta: Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap mendampingi mahasiswi Universitas Gajah Mada korban pemerkosaan. Tim LPSK tengah berusaha menemui korban dan keluarganya.
 
N, mahasiswi Fisipol UGM menjadi korban pemerkosaan teman sekampusnya, S, pada 2017. Tindakan asusila terjadi di lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Maluku. Kini keberadaan N tidak diketahui.

Ketua LPSK RI Abdul Haris Semendawai mengatakan dirinya sudah berkomunikasi dengan pihak-pihak yang pernah berhubungan langsung dengan korban.

"Kami sudah coba kontak dengan pimpinan kampus. Semoga dalam waktu dekat kami bisa bertemu dengan korban," ujar Abdul di sela-sela kunjungan kerjanya di Yogyakarta, Jumat, 9 November 2018.

Tak boleh sekedar damai

Jika benar ada pemerkosaan, korban dan pihak universitas seharusnya tak segan membawanya ke ranah hukum. Sebab perbuatan bejat tersebut sudah masuk kategori pidana.

Kedua orang yang terlibat, korban dan pelaku, sudah dewasa dan dianggap bisa bertanggung jawab terhadap perbuatannya sendiri. Dia pun tak ingin kasus ini diselesaikan 'di bawah meja'.

"Kalau dilanjutkan damai, berarti tidak menghargai negara kita sebagai negara hukum," tegasnya.

Baca: Pelaku Pemerkosaan di UGM Dihukum Penundaan Wisuda

LPSK mendorong korban untuk berani melapor pada kepolisian. Abdul melanjutkan pihaknya siap mendampingi dan melindungi korban. Bentuk pendampingan akan disesuaikan dengan kondisi korban.

"Pendampingan bisa berupa ditempatkan ke rumah aman. Atau pengawalan dan pendampingan hukum saat melapor ke polisi. Dan penyediaan psikolog untuk menyembuhkan psikis korban,"pungkasnya.

UGM pilih selesaikan sendiri

Terpisah, Rektor UGM Panut Mulyana menegaskan pihaknya memilih menyelesaikan sendiri kasus yang menimpa anak didiknya. Rektorat telah membentuk tim khusus pengusutan dan penyelesaian kasus ini.

"Saya yakin UGM bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan seadil-adilnya," pungkasnya.

Ke depannya, UGM turut akan memperbaiki tata kelola kegiatan KKN. Kegiatan ini akan disertai sistem perlindungan dan keamanan kepada mahasiswa dan mahasiswi yang mengikutinya. 

Baca: Polisi Tunggu Laporan Mahasiswi UGM
 


(SUR)