Tri Mulyadi Bersyukur Kasusnya Tidak Sampai ke Pengadilan

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 10 Oct 2018 11:50 WIB
kelautan dan perikanan
Tri Mulyadi Bersyukur Kasusnya Tidak Sampai ke Pengadilan
Tri Mulyadi, nelayan di Bantul, menunjukkan surat penetapan tersangka dari Polda DIY setelah menangkap kepiting, Senin, 3 September 2018, Medcom.id - Ahmad Mustaqim.

Yogyakarta: Tri Mulyadi, Nelayan Pantai Samas Desa Srigading, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang sempat dijadikan tersangka merasa lega karena kasusnya tidak dilanjutkan ke persidangan. Sebelumnya status tersangka sempat membebaninya sejak Agustus lalu.

"Lega karena enggak sampai persidangan. Jadi bisa tenang cari nafkah," kata Tri di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY, Selasa, 9 Oktober 2018.

Baca: Polisi Limpahkan Kasus Nelayan Tersangka ke DKP DIY

Sejak jadi tersangka, Tri mengaku kesulitan menafkahi istri dan dua anaknya. Selain cuaca sedang buruk, ia mengaku ketakutan untuk salah tangkap ikan.

Bahkan, saat ia mendapat tawaran melaut ke perairan Cilacap, Jawa Tengah, juga tak berani. "Ya karena harus wajib lapor. Pikiran saya juga muter-muter mau cari nafkah," jelas Tri. 

Tri kemudian memutuskan bekerja serabutan jadi buruh tani. Hal itu berdampak pada pendapatannya tiap bulan. Jika sebagai nelayan bisa mendapatkan Rp2 juta perbulan, ia hanya bisa mendapatkan sekitar Rp200 ribu perbulan saat bertani.

Pendamping hukum Tri Mulyadi, Dedi Sukmadi mengatakan kasus kliennya harus jadi pembelajaran bersama. Ia meminta para nelayan tidak cemas untuk melaut selagi mengetahui hak dan kewajibannya.

"Kami harap pembinaan kepada nelayan dari pemerintah bisa menjaga roda perekonomian mereka berjalan maksimal. Mereka (nelayan) tidak was-was saat melaut," ujar Dedi.

Baca: Nelayan Tangkap Kepiting Berurusan dengan Polisi

Sebelumnya Tri Mulyadi, seorang nelayan di Pantai Samas Desa Srigading, Kecamatan Sanden, jadi tersangka dalam kasus penangkapan kepiting di bawah berat 200 gram per ekornya.

Namun Tri Mulyadi membantah tuduhan Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda DIY dan menjelaskan dirinya menangkap kepiting dengan berat di atas 200 gram perekor. Meski berstatus tersangka, Tri Mulyadi tak ditahan.

Tri Mulyadi dituding melanggar Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan dan Peraturan Menteri Nomor 56 Tahun 2016. Berdasarkan aturan itu, Tri Mulyadi terancam denda maksimal Rp250 juta.


(DEN)