Warga Jateng Diminta Waspada Banjir dan Longsor

Mustholih    •    Senin, 10 Dec 2018 15:14 WIB
banjirlongsor
Warga Jateng Diminta Waspada Banjir dan Longsor
Ilustrasi banjir. Medcom.id/Rizal.

Semarang: Sejumlah desa yang berada di pesisir Jawa Tengah terancam banjir. Banjir juga menghantui warga yang bermukim di wilayah Cilacap, Kebumen, dan Purworejo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah mengungkap ada 1.864 Desa di 336 Kecamatan se-Jawa Tengah yang rawan banjir.

"Jadi daerah pesisir di Jateng pada musim hujan rawan banjir," kata Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 10 Desember 2018.

Menurut Sarwa, selain karena curah hujan yang tinggi, banjir di pesisir Jateng terjadi akibat banyaknya jalan raya yang tidak memiliki gorong-gorong. Sehingga, aliran air hujan tidak sempurna mengalir.

"Banyak kota yang banjir disebabkan tidak ada gorong-gorong di jalan raya. Contoh Kota Semarang beberapa ruas jalan Kaligawe banjir," ujar Sarwa.

Sarwa berujar pada musim ini curah hujan di Jateng akan terus meningkat hingga Februari 2019. Selain banjir, bencana tanah longsor juga mengintai masyarakat Jateng.

Sarwa mengaku khawatir dengan permukiman penduduk di 334 Kecamatan di Jateng. Di Kecamatan-kecamatan itu, banyak warga yang membangun permukiman di daerah bertebing. "Total 2.134 desa se-Jateng yang berpotensi terkena bencana longsor," tegas Sarwa.

Sarwa menyatakan daerah paling rawan bencana longsor berada di Kabupaten Banjarnegara, dan Banyumas. "Apalagi kekeringan panjang tahun ini banyak tanah yang merekah. Hujan deras semua air masuk rekahan dan berpotensi tanah bergerak," pungkas Sarwa.


(DEN)