Dendam 'Dibogem Mentah' saat SD buat Panji Gagal Menikah

Rhobi Shani    •    Kamis, 07 Dec 2017 16:47 WIB
penganiayaan
Dendam 'Dibogem Mentah' saat SD buat Panji Gagal Menikah
Gelar perkara penganiayaan di Polres Demak, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Rhobi Shani

Demak: Panji Puji Atmoko, warga Desa Pamongan Kecamatan Guntur Kabupaten Demak, Jawa Tengah, seharusnya menikmati hari bahagia pada Rabu, 6 Desember 2017. Namun apa daya, janji menjalin pernikahan dengan kekasihnya, Pj, pupus, karena dendam Panji yang pernah di-bogem mentah.

Semua bermula karena masalah lama. Dendam ke Ahmad Luthfi Hakim yang pernah memukulnya saat masih duduk di sekolah dasar, muncul kembali karena pengaruh alkohol. Dia dan temannya, Isa Maulan, mencoba menghabisi Lutfhi dengan senjata tajam.

“Saya dendam karena pernah dipukuli. Karena saya tidak berani, lalu saya minta teman saya (Isa Maulana) menghabisinya dengan senjata tajam,” ungkap Panji di Mapolres Demak, Kamis 7 Desember 2017.

Lutfhi selamat dari serangan yang terjadi pada Minggu, 3 Desember 2017. Korban luka di kepala dan tangan hingga harus mendapat 36 jahitan.

“Keduanya dalam pengaruh minuman,” terang Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan.

Nasi sudah jadi bubur. Panji dan Pj batal menikah karena keburu dicokok polisi. Padahal, restu kedua orangtua wanita sudah didapat, kebutuhan pernikahan pun disiapkan. Mulai dari undangan, administrasi pernikahan hingga konsumsi resepsi. Namun, pesta pernikahan urung digelar gegara Panji mendekam di sel Mapolres Demak.

“Semua persiapan sudah matang. Tapi, karena saya ditangkap polisi akhirnya tidak jadi. Ditunda sampai saya keluar dari penjara,” ujar Panji

Atas perbuatanya, Panji dan Isa dijerat pasal 351 KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.


(SUR)